Antananarivo, Sinata.id – Sedikitnya 35 orang tewas dan ratusan lainnya terluka setelah Siklon Gezani menghantam wilayah timur Madagaskar dengan kecepatan angin hingga 250 kilometer per jam, memicu kerusakan luas di kota pelabuhan Toamasina dan kawasan sekitarnya, menurut otoritas penanggulangan bencana setempat.
Badan penanggulangan risiko dan bencana nasional melaporkan pada Kamis bahwa badai yang mendarat Selasa (10/2) itu juga menyebabkan enam orang hilang dan sedikitnya 374 warga mengalami luka. Lebih dari 8.800 penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat dampak angin kencang dan banjir.
Siklon menghantam pesisir timur Madagaskar dengan titik dampak terparah di Toamasina, kota terbesar kedua di negara tersebut. Pemerintah daerah menyebut sebagian besar infrastruktur kota mengalami kerusakan berat, termasuk permukiman, jaringan jalan, dan fasilitas umum.
Data sementara dari Kantor Nasional untuk Manajemen Risiko dan Bencana menunjukkan lebih dari 18.000 rumah hancur, sementara sekitar 50.000 bangunan lain rusak atau terendam banjir. Kerusakan juga dilaporkan meluas ke wilayah sekitar kota, termasuk kawasan Atsinanana, dengan proses pendataan masih berlangsung.
Pemimpin baru negara itu, Kolonel Michael Randrianirina, menyerukan dukungan dan solidaritas internasional menyusul besarnya dampak kerusakan. Pemerintah menyebut hingga tiga perempat area Toamasina dan sekitarnya terdampak langsung oleh terjangan badai.
Foto dan rekaman lapangan yang dirilis kantor berita Agence France-Presse memperlihatkan ratusan pohon tumbang, atap bangunan terlepas, serta genangan air menutup ruas jalan utama. Tim kemanusiaan dan petugas darurat dilaporkan bekerja hingga malam untuk membuka akses transportasi yang tertutup puing.
Pusat meteorologi regional CMRS La Reunion menyatakan Toamasina menerima hantaman langsung inti badai paling kuat saat pendaratan. Lembaga itu menilai intensitas pendaratan siklon kali ini termasuk yang terkuat dalam catatan era pengamatan satelit, sebanding dengan Siklon Geralda pada Februari 1994 yang menewaskan sedikitnya 200 orang dan memengaruhi sekitar setengah juta penduduk.
Setelah memasuki daratan, Gezani melemah menjadi badai tropis namun tetap membawa hujan dan angin kencang hingga Rabu malam. Sistem cuaca itu diperkirakan kembali menguat saat bergerak ke Selat Mozambik dan berpotensi berdampak ke wilayah selatan Mozambik mulai akhir pekan, wilayah yang sebelumnya sudah dilanda banjir sejak awal tahun. (A58)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini