Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Ekonomi & Bisnis

Sabut Kelapa Asahan Tembus Ekspor ke Cina, Bupati Dorong Hilirisasi

sabut kelapa asahan tembus ekspor ke cina, bupati dorong hilirisasi
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin saat berkunjung ke PT Hijau Surya Biotechindo. (istimewa)

Asahan, Sinata.id — Komoditas sabut kelapa asal Kabupaten Asahan berhasil menembus pasar internasional.

Produk olahan yang dikelola PT Hijau Surya Biotechindo resmi diekspor ke Cina dan saat ini dalam proses pengiriman. Capaian tersebut menjadi kabar positif bagi sektor perkebunan dan industri hilir di daerah.

Advertisement

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, menyampaikan apresiasi saat meninjau pabrik pengolahan sabut kelapa di Desa Air Joman Baru, Kecamatan Air Joman, Jumat (13/2/2026). Menurutnya, keberhasilan ekspor ini membuktikan potensi sumber daya lokal mampu bersaing di pasar global apabila dikelola secara optimal.

“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Asahan. Produk kita mampu menembus pasar Cina, yang berarti kualitasnya telah diakui,” ujarnya.

Baca Juga  RI dan Jepang Tingkatkan Kolaborasi Industri, Energi dan Teknologi

Baca juga:Asahan Optimalkan Potensi Ekspor Perikanan dan Perkebunan

Ia menjelaskan, Kabupaten Asahan memiliki potensi besar di sektor kelapa dengan luas perkebunan sekitar 20 ribu hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Silau Laut, Air Joman, Tanjung Balai, Sei Kepayang, Sei Kepayang Timur, dan Sei Kepayang Barat. Ketersediaan bahan baku yang melimpah dinilai menjadi fondasi kuat bagi pengembangan industri hilir berbasis kelapa.

Pemerintah Kabupaten Asahan, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi agar volume ekspor semakin bertambah. Pengembangan industri sabut kelapa juga dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan.

“Kami tidak ingin bahan mentah dijual tanpa proses pengolahan. Nilai tambah harus diciptakan di daerah agar membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Cinema XXI (CNMA) Bagi Dividen Rp980 Miliar, Investor Dapat Tambahan Saham Gratis

Keberadaan pabrik tersebut tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa, tetapi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan pengurangan pengangguran.

Sementara itu, pimpinan PT Hijau Surya Biotechindo, Budi Chandra, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia mengungkapkan, ide pengolahan sabut kelapa muncul dari keprihatinan terhadap limbah sabut yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Sabut kelapa sering terbuang percuma, padahal memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang luas,” katanya.

Baca juga:Bea Cukai Siantar Lampaui Target 2025, Setor Rp349,02 Miliar

Di pabrik tersebut, sabut kelapa diolah menjadi berbagai produk bernilai jual, seperti media tanam (cocopeat), bahan pengisi jok kendaraan, alas tidur, hingga keset. Produk-produk tersebut memiliki permintaan tinggi, terutama untuk kebutuhan industri dan pertanian.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Naik ke US$108,68, Ketegangan AS-Iran Ganggu Pasokan Global

Perusahaan juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar dengan merekrut tenaga kerja lokal sebagai bagian dari operasional pabrik.

Dengan keberhasilan menembus pasar ekspor, industri sabut kelapa di Asahan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis sumber daya lokal. Hilirisasi yang berkelanjutan diyakini mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (SN10)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini