Simalungun, Sinata.id – Lebih dari 80 ribu warga di Kabupaten Simalungun telah tercatat sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga awal Februari 2026. Program ini menyasar pelajar dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah atas serta kelompok rentan ibu dan anak.
Koordinator Wilayah SPPI Simalungun, Debora Purba, kemarin (12/2/2026), mengatakan penerima manfaat mencakup siswa PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, serta kategori B3 yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok tersebut diprioritaskan dalam penyaluran untuk mendukung pemenuhan gizi dan perlindungan kesehatan ibu dan anak.
Distribusi makanan bergizi diproduksi melalui jaringan dapur MBG yang tersebar di wilayah kabupaten. Saat ini, terdapat 35 dapur yang telah beroperasi sebagai pusat pengolahan dan penyaluran makanan ke sekolah dan titik sasaran lainnya.
Menurut dia, perluasan fasilitas dapur masih berlangsung. Sebanyak 14 kecamatan belum memiliki dapur aktif, namun sebagian di antaranya sudah memasuki tahap pembangunan. Pemerintah menargetkan seluruh kecamatan memiliki dapur MBG yang berfungsi paling lambat pertengahan 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan dapur di setiap kecamatan dibutuhkan untuk memperpendek jalur distribusi dan menjaga mutu makanan saat diterima penerima manfaat. Skema layanan juga diterapkan secara modular di sejumlah wilayah dengan akses terbatas, termasuk kawasan 3T, di mana satu dapur melayani kurang dari 1.000 porsi per hari, seperti yang diterapkan di wilayah Haranggaol.
Program MBG dijalankan sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi bagi pelajar dan kelompok rentan di daerah, dengan pelaksanaan berbasis dapur produksi terdekat dari lokasi sasaran. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini