Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Simalungun

Penerima MBG di Simalungun Tembus 80 Ribu, 35 Dapur Beroperasi

penerima mbg di simalungun tembus 80 ribu, 35 dapur beroperasi
Bupati Simalungun resmikan dapur MBG Balimbingan, beberapa waktu lalu.

Simalungun, Sinata.id – Lebih dari 80 ribu warga di Kabupaten Simalungun telah tercatat sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga awal Februari 2026. Program ini menyasar pelajar dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah atas serta kelompok rentan ibu dan anak.

Koordinator Wilayah SPPI Simalungun, Debora Purba, kemarin (12/2/2026), mengatakan penerima manfaat mencakup siswa PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, serta kategori B3 yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok tersebut diprioritaskan dalam penyaluran untuk mendukung pemenuhan gizi dan perlindungan kesehatan ibu dan anak.

Advertisement

Distribusi makanan bergizi diproduksi melalui jaringan dapur MBG yang tersebar di wilayah kabupaten. Saat ini, terdapat 35 dapur yang telah beroperasi sebagai pusat pengolahan dan penyaluran makanan ke sekolah dan titik sasaran lainnya.

Baca Juga  Untuk Mewujudkan 11 Program Unggulan, Pemkab Simalungun Susun Renstra

Menurut dia, perluasan fasilitas dapur masih berlangsung. Sebanyak 14 kecamatan belum memiliki dapur aktif, namun sebagian di antaranya sudah memasuki tahap pembangunan. Pemerintah menargetkan seluruh kecamatan memiliki dapur MBG yang berfungsi paling lambat pertengahan 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan dapur di setiap kecamatan dibutuhkan untuk memperpendek jalur distribusi dan menjaga mutu makanan saat diterima penerima manfaat. Skema layanan juga diterapkan secara modular di sejumlah wilayah dengan akses terbatas, termasuk kawasan 3T, di mana satu dapur melayani kurang dari 1.000 porsi per hari, seperti yang diterapkan di wilayah Haranggaol.

Program MBG dijalankan sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi bagi pelajar dan kelompok rentan di daerah, dengan pelaksanaan berbasis dapur produksi terdekat dari lokasi sasaran. (SN10)

Baca Juga  820 PPPK Formasi 2025 di Pemkab Simalungun Terima SK Pengangkatan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini