Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Lucy Harrison Tewas Setelah Berdebat dengan Ayah Soal Trump

lucy harrison tewas setelah berdebat dengan ayah soal trump
korban Lucy Harrison

Washington, Sinata.id – Seorang pria di Texas menembak mati putrinya yang berusia 23 tahun setelah keduanya terlibat perdebatan sengit terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kejadian ini berlangsung di rumah mereka di Prosper pada 10 Januari tahun lalu dan baru terungkap setelah sidang pengadilan koroner di Inggris.

Korban, Lucy Harrison, warga asal Warrington, Inggris, sedang mengunjungi ayahnya, Kris Harrison, ketika perselisihan memuncak. Petugas koroner senior Jacqueline Devonish menyatakan bahwa Harrison menodongkan pistol semi-otomatis ke dada putrinya dan menarik pelatuknya, menyebabkan kematian Lucy. Devonish menyimpulkan kematian tersebut sebagai pembunuhan di luar hukum karena kelalaian.

Advertisement

Pihak kepolisian Texas awalnya tidak menahan Kris Harrison. Ia mengaku bahwa pistolnya meledak secara tidak sengaja ketika hendak menunjukkan senjata itu kepada Lucy. Namun, pemeriksaan di pengadilan koroner Cheshire menemukan bahwa tersangka menyadari sepenuhnya tindakan yang dilakukannya.

Baca Juga  Jet Tempur Tejas Jatuh di Dubai Airshow, Penutupan Acara Seketika Berubah Mencekam

Kekasih Lucy, Sam Littler, yang hadir saat kejadian, menyampaikan bahwa pertengkaran terjadi setelah perdebatan politik tentang Trump. Littler juga menyebutkan bahwa Lucy sering merasa cemas dan gelisah ketika berada di rumah ayahnya. “Ada banyak ketegangan di rumah itu,” kata Littler. Ia menambahkan bahwa Harrison sebelumnya pernah berbicara tentang membawa senjata dan berjalan “seperti James Bond”.

Seorang teman korban mengungkapkan bahwa Lucy sangat menentang senjata dan khawatir dengan keberadaan pistol di rumah, terutama karena tinggal bersama dua adik tirinya. Pada hari kejadian, Littler melihat Harrison membawa tangan Lucy secara misterius menuju kamar tidur, tempat pistol Glock 9mm disimpan. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan yang awalnya dianggap Littler sebagai lelucon.

Baca Juga  Trump Klaim Perang Segera Usai, Iran Tegaskan: Kami yang Menentukan Akhirnya

Kris Harrison, yang bekerja sebagai eksekutif di perusahaan serat optik dan pindah ke Amerika saat Lucy masih kecil, membela diri melalui pernyataan tertulis, mengatakan bahwa ia hanya ingin menunjukkan senjatanya kepada putrinya.

“Saat saya mengangkat pistol untuk menunjukkan padanya, tiba-tiba saya mendengar suara keras. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Lucy langsung terjatuh,” klaimnya.

Namun, petugas koroner menilai tersangka adalah peminum rahasia dan kemungkinan telah menggoda Lucy dengan senjata sebelum menembaknya.

“Tindakannya telah membunuh putrinya sendiri. Dia seharusnya menyadari risiko yang ditimbulkan terhadap nyawa putrinya, yang tidak berpengalaman menggunakan senjata,” ujar Devonish. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini