Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Presiden Tegaskan Pemerataan Pembangunan Tanpa Memandang Pilihan Politik

presiden tegaskan pemerataan pembangunan tanpa memandang pilihan politik
Presiden Prabowo

Bogor, Sinata.id –  Presiden RI Prabowo Subianto menekankan perlunya persatuan nasional dan penanganan serius terhadap kemiskinan dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alam, masih terdapat sejumlah besar rakyat yang hidup dalam kondisi serba kekurangan. Ia menekankan agar pemerintah tidak menghindari fakta dan berhenti mengganti istilah “miskin” dengan istilah lain yang lebih halus.

Advertisement

“Kita kadang-kadang takut bicara apa adanya. Kita tidak mau bilang miskin, diganti dengan istilah lain. Tapi kenyataannya, masih banyak rakyat kita yang miskin,” ujarnya, dikutip Sinata.id dari infopublik.id, Selasa (3/2/2026)

Baca Juga  Isra Miraj 2026: Tanggal, Sejarah, dan Makna Perjalanan Nabi Muhammad SAW

Presiden menilai masalah kemiskinan tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang biasa atau wajar. Menurutnya, seluruh pimpinan di tingkat pusat maupun daerah perlu melakukan introspeksi terhadap pengelolaan kekayaan bangsa. Ia menyebutkan, kesalahan dan keterbatasan pengelolaan sumber daya nasional selama ini menjadi salah satu penyebab kesenjangan sosial yang masih tinggi.

Dalam arahannya, Prabowo juga menyerukan semua unsur elit bangsa—termasuk pejabat pemerintah, aparat hukum, akademisi, dan tokoh politik—untuk berkomitmen memperbaiki tata kelola sumber daya agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh rakyat.

Selain fokus pada kemiskinan, Presiden menegaskan pentingnya mengakhiri perpecahan politik pascapemilihan umum. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi hambatan bagi persatuan dan pembangunan. “Tidak ada urusan saudara dari partai mana. Setelah pertandingan selesai, kita bekerja bersama untuk rakyat,” katanya.

Baca Juga  Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Menggema, Istana Buka Suara

Prabowo mencontohkan komitmen pemerintahannya yang tetap menyalurkan pembangunan ke seluruh wilayah, termasuk daerah yang sebelumnya tidak mendukungnya secara politik. “Saya tidak akan tanya gubernurnya dari partai mana. Tugas saya adalah bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

 

Presiden menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan politik adalah bagian dari demokrasi, namun setelah itu seluruh elemen bangsa harus bersatu dalam mengabdi kepada rakyat serta memastikan keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan merata. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini