Pematangsiantar, Sinata.id – Fenomena Gerhana Matahari Cincin (annular solar eclipse) akan terjadi pada Selasa (17/2/2026).
Peristiwa astronomi langka ini menjadi perhatian dunia karena menampilkan efek cahaya unik yang dikenal sebagai “ring of fire” atau cincin api.
Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi ukuran Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari. Akibatnya, bagian tepi Matahari tetap terlihat sebagai lingkaran cahaya terang yang mengelilingi Bulan.
Jadwal Fase Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
Baca juga:Link Live Streaming Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025
Berdasarkan data astronomi internasional, berikut tahapan gerhana (waktu UTC dan konversi WIB):
Gerhana sebagian dimulai: 09.56 UTC (16.56 WIB)
Gerhana cincin dimulai: 11.42 UTC (18.42 WIB)
Puncak gerhana: 12.12 UTC (19.12 WIB)
Gerhana cincin berakhir: 12.41 UTC (19.41 WIB)
Gerhana sebagian berakhir: 14.27 UTC (21.27 WIB)
Secara keseluruhan, peristiwa gerhana berlangsung sekitar 271 menit, dengan fase cincin api terlihat selama kurang lebih 2 menit 20 detik di jalur utama.
Wilayah Visibilitas Gerhana
Jalur utama gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 hanya melintasi wilayah Antartika dan Samudra Selatan. Pengamat yang berada di jalur antumbra Bulan dapat menyaksikan cincin cahaya Matahari secara sempurna.
Baca juga:Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025
Sementara itu, wilayah lain seperti bagian selatan Afrika, Amerika Selatan, serta sebagian Samudra Hindia, Atlantik, dan Pasifik hanya akan melihat gerhana sebagai gerhana sebagian.
Apakah Gerhana Bisa Dilihat dari Indonesia?
Indonesia tidak termasuk wilayah yang dilalui jalur gerhana matahari cincin 17 Februari 2026. Oleh karena itu, fenomena ini tidak dapat diamati langsung dari seluruh wilayah Indonesia, baik sebagai gerhana cincin maupun gerhana sebagian.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa lintasan bayangan gerhana berada di wilayah kutub selatan dan belahan Bumi lainnya, jauh dari garis khatulistiwa.
Meski tidak terlihat langsung dari Indonesia, masyarakat tetap dapat mengikuti peristiwa ini melalui siaran langsung atau rekaman video yang biasanya disediakan oleh lembaga astronomi internasional dan platform sains global.
Seberapa Langka Gerhana Matahari Cincin?
Baca juga:Besok 7 September 2025 Gerhana Bulan Total
Gerhana matahari cincin tergolong fenomena langka karena hanya terjadi ketika Bulan berada di titik apogee, yakni posisi terjauh dari Bumi. Secara rata-rata, gerhana jenis ini muncul di suatu lokasi di Bumi setiap 3–5 tahun, dengan wilayah dekat kutub lebih sering mengalaminya.
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 akan menampilkan fenomena cincin api yang memukau di wilayah Antartika. Meski tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia, peristiwa ini tetap menjadi momen astronomi penting yang dapat diikuti melalui siaran langsung dari berbagai platform internasional. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini