Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

OJK Butuh Pemimpin Baru: Transparansi dan Kompetensi Jadi Kunci

ojk butuh pemimpin baru: transparansi dan kompetensi jadi kunci
ilustrasi

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menekankan pentingnya proses seleksi pejabat baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengedepankan prinsip meritokrasi dan transparansi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menyusul pengunduran diri beberapa pejabat OJK pada Jumat (30/1/2026).

Advertisement

Rizal menegaskan, pengganti yang ideal harus memiliki karakter independen, teknokratis, serta pemahaman menyeluruh terhadap risiko sistem keuangan. “Kriteria ini penting agar sentimen negatif di pasar modal dapat diminimalkan,” ujarnya.

Menurut Rizal, yang paling krusial bagi pasar bukanlah nama-nama calon pejabat, melainkan kualitas proses seleksi itu sendiri. Seleksi yang terbuka dan adil akan memastikan fungsi pengawasan, penegakan aturan, dan perlindungan investor tetap berjalan, sekaligus mengembalikan kepercayaan pelaku pasar.

Baca Juga  Kilau Emas Antam Kian Terang, Tembus Rp 2,6 Juta per Gram!

INDEF menekankan bahwa pejabat OJK pengganti harus memiliki rekam jejak profesional yang kuat dan bebas dari konflik kepentingan. Kredibilitas dan kepercayaan publik menjadi faktor penentu utama.

“Proses ini tidak soal siapa yang terpilih, tapi sejauh mana individu itu mampu menjalankan tugas secara objektif dan profesional,” jelas Rizal.

Ia menambahkan, seorang pejabat independen tidak akan terpengaruh tekanan eksternal atau kepentingan pribadi, sehingga keputusan yang diambil lebih berpihak pada stabilitas sistem keuangan.

Rizal menilai pengisian jabatan kosong OJK menjadi prioritas untuk memulihkan kepastian dan keyakinan pasar, lebih dari sekadar menciptakan kebijakan baru. Komunikasi yang jelas dan konsisten dari OJK menjadi kunci untuk menekan spekulasi dan sentimen negatif yang lebih luas.

Baca Juga  Wisata Kuliner di Siantar Membeludak, Namun Ada Beberapa yang Favorit

Dengan kepemimpinan yang kredibel dan seleksi terbuka, OJK diharapkan dapat membangun kembali kepercayaan publik dan pelaku pasar, menciptakan iklim investasi yang lebih stabil, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten I.B. Aditya Jayaantara mengundurkan diri. Malam harinya, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara juga menyusul.

OJK menyatakan pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung pemulihan pasar modal domestik. Keputusan tersebut muncul setelah koreksi tajam pasar modal terkait pengumuman MSCI mengenai review dan rebalancing saham di Indonesia, sehingga kebutuhan akan pejabat kompeten dan terpercaya semakin mendesak. (A18)

Baca Juga  Pemerintah Datangkan 10 Ton Cabai Rawit untuk Jaga Harga Selama Ramadan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini