Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Religi

Perjuangan Iman di Tengah Krisis Zaman: Pesan Filipi 4:2–3 bagi Bangsa yang Sedang Berproses

menengok ke belakang, melangkah ke depan: pesan filipi 3:1–16 tentang iman dan pengharapan
Pdt Dr Gilbert Lumoindong, MT.h

Oleh: Pdt. Dr. Gilbert Lumoindong, M.Th
Bangsa yang besar tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari proses panjang yang penuh perjuangan. Prinsip yang sama juga berlaku dalam kehidupan iman. Alkitab melalui Filipi 4:2–3 menegaskan bahwa perjuangan bukanlah tanda kegagalan rohani, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan kedewasaan iman.

Dalam suratnya kepada jemaat Filipi, Rasul Paulus mengingatkan pentingnya kesatuan hati, ketekunan, dan komitmen untuk tetap berjuang di tengah tekanan. Pesan ini relevan tidak hanya bagi gereja, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan moral.

Advertisement

Paulus menegur Euodia dan Sintikhe agar sehati sepikir di dalam Tuhan. Teguran ini mencerminkan realitas bahwa konflik dan perbedaan tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga dalam komunitas orang beriman. Namun, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berjuang atau menyerah pada keadaan.

Baca Juga  Makna Kerinduan Jiwa kepada Tuhan: Belajar dari Mazmur 63 tentang Haus Akan Allah

Baca juga:Penyembahan yang Benar dalam Kekristenan: Roh dan Kebenaran sebagai Gaya Hidup Iman

Dalam konteks kebangsaan, perjuangan iman dapat dimaknai sebagai keteguhan nilai, integritas, dan kesetiaan pada kebenaran di tengah arus pragmatisme. Iman yang dewasa tidak tumbuh dari zona nyaman, melainkan dari kesediaan untuk tetap berdiri teguh ketika nilai-nilai luhur diuji.

Mengapa orang beriman masih harus berjuang? Pertama, karena tantangan kehidupan terus berubah dan menuntut ketahanan moral. Kedua, karena pergumulan batin dan godaan duniawi masih menjadi realitas yang harus dihadapi. Ketiga, karena melalui perjuangan itulah manusia ditempa untuk menjadi pribadi yang matang, rendah hati, dan bertanggung jawab.

Perjuangan iman bukan tentang memenangkan konflik, melainkan menjaga kesetiaan. Paulus menegaskan bahwa mereka yang berjuang bersama Injil adalah mereka yang namanya tercatat dalam Kitab Kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai perjuangan tidak diukur dari sorotan publik, melainkan dari kesetiaan yang diakui oleh Tuhan.

Baca Juga  Mengasihi Tuhan Yesus dengan Kasih Agape: Arti, Dasar Alkitab, dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Di tengah situasi bangsa yang terus berproses menuju kedewasaan demokrasi dan moralitas publik, pesan Filipi 4:2–3 menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati hanya dapat dicapai melalui ketekunan, persatuan, dan komitmen untuk tetap berjalan di jalur kebenaran.

Baca juga:Perjuangan Iman di Tengah Tantangan Zaman: Refleksi Filipi 4:2–3

Bangsa dan iman yang besar tidak dibentuk oleh kemudahan, melainkan oleh kesetiaan dalam perjuangan hingga akhir. (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini