Pematangsiantar, Sinata.id – Masyarakat Peduli Pendidikan Sumatera Utara menyampaikan sejumlah tuntutan dalam aksi yang digelar di SMA Negeri 5 Kota Pematangsiantar, Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (19/1/2026).
Aksi tersebut menyoroti kondisi sekolah yang dinilai tidak lagi layak untuk menunjang proses belajar mengajar.
Dalam pernyataannya, massa aksi menyampaikan empat tuntutan utama, yakni:
1. Meminta Kepala Sekolah bersama Komite Sekolah SMA Negeri 5 Pematangsiantar untuk segera mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI agar segera melakukan relokasi sekolah. Mereka menegaskan agar tidak ada praktik “permainan” yang dapat menghambat peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 5 Pematangsiantar.
Baca juga:Aksi Bakar Ban, Warga Tuntut Relokasi SMA Negeri 5 Pematangsiantar
2. Mendesak Kepala Sekolah, Komite Sekolah SMA Negeri 5 Pematangsiantar, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa selama proses belajar mengajar dengan melakukan relokasi ke lokasi yang lebih layak. Lokasi sekolah saat ini dinilai rawan banjir, kecelakaan lalu lintas, serta kemacetan.
3. Meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan DPRD Sumatera Utara agar serius menangani persoalan relokasi SMA Negeri 5 Pematangsiantar, mengingat kondisi bangunan sekolah yang dinilai sangat memprihatinkan.

4. Mendesak Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara agar mengalokasikan anggaran khusus untuk relokasi SMA Negeri 5 Pematangsiantar.
Koordinator Aksi, Indra Simarmata, mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 pemilik lahan SMAN 5 Pematangsiantar melalui kuasa hukumnya telah meminta agar bangunan sekolah dikosongkan.
“Artinya, anak-anak terancam kehilangan tempat belajar. Hari ini kami menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bahwa kondisi pendidikan di Pematangsiantar sedang tidak baik-baik saja,” ujar Indra dalam orasinya.
Orator lainnya, Armada Simorangkir, menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap janji-janji pemerintah, khususnya Pemprov Sumut yang dinilai belum terealisasi.
Baca juga:Besok Orangtua Siswa SMAN 5 Siantar Gelar Unjuk Rasa Tuntut Relokasi Sekolah
“Kami turun ke jalan hanya untuk menuntut hak kami, yaitu pendidikan yang layak. SMAN 5 Pematangsiantar sudah tidak layak digunakan. Sekolah yang layak adalah hak setiap warga negara,” tegas Armada.
Lebih lanjut, Armada meminta Gubernur Sumut, Bobby Nasution, untuk turun langsung melihat kondisi sekolah tersebut. Ia menyoroti bangunan sekolah yang rusak, banjir yang kerap terjadi saat hujan, serta tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di sekitar lingkungan sekolah.
“Ayo Gubernur Bobby turun ke sini dan lihat langsung. Jangan tutup mata dan jangan hanya percaya laporan. Korban kecelakaan sudah banyak, bangunan rusak, dan banjir terus terjadi,” kata Armada. (SN14)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini