Oleh: Pdt. Manser Sagala, M.Th
Dunia dengan Segala Kerusakannya
(Bagian 3)
Melihat keadaan dunia yang seakan semakin rusak baik secara moral, alam, maupun sosial memang dapat menimbulkan rasa cemas. Namun, sebagai umat beriman, kita dipanggil bukan untuk menyerah pada keadaan, melainkan untuk menjadi terang di tengah kegelapan.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus kita lakukan berdasarkan tuntunan Firman Tuhan:
1. Jangan Menjadi Serupa dengan Dunia
Dunia mungkin menawarkan standar moral yang merosot, namun kita dipanggil untuk memiliki standar yang berbeda, yaitu standar Kerajaan Allah.
Firman Tuhan:
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)
Aplikasi:
Tetap jaga integritas, kejujuran, dan kasih, meskipun orang-orang di sekitar Anda melakukan hal yang sebaliknya.
2. Menjadi Garam dan Terang
Kerusakan dunia sering kali disebabkan oleh hilangnya “pengawet” moral dan “cahaya” kebenaran. Kita dipanggil untuk mengisi kekosongan itu.
Firman Tuhan:
“Kamu adalah garam dunia… Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” (Matius 5:13–14)
Aplikasi:
Jadilah solusi, bukan sekadar pengeluh. Mulailah dari hal kecil, seperti menunjukkan kepedulian kepada sesama dan menjaga lingkungan.
3. Berjaga-jaga dan Berdoa
Dunia yang rusak adalah tanda bahwa kita perlu semakin mendekat kepada Tuhan. Doa bukan sekadar pelarian, melainkan senjata spiritual.
Firman Tuhan:
“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7)
Aplikasi:
Luangkan waktu untuk mendoakan pemulihan bangsa, para pemimpin, dan orang-orang yang menderita. Ketenangan batin hanya didapat melalui hubungan dengan Tuhan.
4. Melakukan Kasih yang Nyata
Di tengah dunia yang egois dan penuh kebencian, kasih adalah bentuk perlawanan yang paling kuat terhadap kerusakan.
Firman Tuhan:
“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3:14)
Aplikasi:
Bantulah mereka yang tertindas, beri makan yang lapar, dan tunjukkan empati. Kasih yang tulus dapat menyembuhkan lingkungan yang rusak.
5. Memiliki Harapan yang Teguh
Kerusakan dunia ini bersifat sementara. Firman Tuhan menjanjikan pemulihan total pada akhirnya. Harapan inilah yang membuat kita tetap kuat bertahan.
Firman Tuhan:
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
Kesimpulan
Kita tidak bisa mengontrol seluruh dunia, tetapi kita bisa mengontrol bagaimana kita meresponsnya. Dunia yang gelap justru membuat cahaya sekecil apa pun terlihat sangat terang. Fokuslah pada apa yang bisa Anda bangun dan siapa yang bisa Anda bantu hari ini.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Di tengah dunia yang semakin bising oleh kebencian, ketidakadilan, dan kerusakan moral, Tuhan tetap memanggil umat-Nya untuk berdiri teguh.
Kita mungkin tidak mampu memperbaiki seluruh dunia, tetapi kita dapat menghadirkan kasih Tuhan di lingkungan terdekat kita.
Satu doa yang tulus, satu tindakan kasih, dan satu hidup yang berintegritas dapat menjadi titik awal pemulihan. Jangan lelah berbuat baik, jangan takut menjadi berbeda, dan jangan kehilangan pengharapan.
Terang Kristus tidak pernah padam, justru semakin bersinar ketika kegelapan makin pekat. Biarlah hidup kita menjadi kesaksian bahwa Tuhan masih bekerja di tengah dunia yang rusak. (A27)








Jadilah yang pertama berkomentar di sini