Musi Banyuasin, Sinata.id – Kenaikan debit Sungai Musi mulai terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan petugas di sepanjang daerah aliran sungai, menyusul tren naiknya tinggi muka air dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Musi Banyuasin, Marko Susanto, mengatakan hasil pemantauan sementara menunjukkan adanya peningkatan debit air di beberapa titik pengamatan. Meski demikian, kondisi saat ini masih dinilai terkendali dan belum masuk kategori darurat.
“Debit Sungai Musi terpantau naik sekitar 15 sentimeter. Kami sudah menyiagakan satuan tugas di kecamatan-kecamatan yang berada di sepanjang aliran sungai untuk memantau perkembangan secara berkala,” ujar Marko, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Berawal Mabar Game, Pelajar SMK di OKU Selatan Tewas Ditikam Teman Sendiri
Ia menegaskan, berdasarkan laporan pemantauan terakhir pada pagi hari, kondisi sungai masih berada dalam ambang aman. Namun, potensi banjir tetap menjadi perhatian serius apabila kenaikan debit mencapai batas kritis.
“Pemantauan pukul 09.00 WIB masih aman. Yang perlu diantisipasi apabila kenaikan air menyentuh angka 100 sentimeter, karena itu sudah berpotensi menimbulkan banjir,” jelasnya.
Sejumlah titik strategis terus dipantau intensif oleh petugas, di antaranya wilayah Desa Lumpatan, Kelurahan Soak Baru, Kelurahan Balai Agung, kawasan Tusan Kodim, hingga beberapa titik lain di sepanjang Sungai Musi.
Dari hasil pengukuran terbaru, tinggi muka air di Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu, tercatat naik sekitar 45 sentimeter dan masih berstatus aman. Sementara itu, TMA di kawasan Tusan Kodim mengalami kenaikan 15 sentimeter dan belum menunjukkan tanda bahaya.
Namun, kondisi berbeda terlihat di Kampung 5 Kelurahan Soak Baru dan Kelurahan Balai Agung. Di dua lokasi tersebut, kenaikan air mencapai sekitar 65 sentimeter dan telah masuk status waspada.
“Untuk Kampung 5 Soak Baru dan Tusan Kirab Balai Agung, kenaikannya sekitar 65 sentimeter, sehingga statusnya waspada. Ini menjadi perhatian kami bersama,” kata Marko.
Selain pemantauan teknis, BPBD Musi Banyuasin juga mengintensifkan sosialisasi kepada warga di sekitar bantaran sungai. Masyarakat diminta tetap siaga dan memahami langkah-langkah antisipasi jika terjadi bencana hidrometeorologi secara tiba-tiba.
“Kami tidak hanya memantau, tetapi juga mengingatkan warga agar selalu waspada dan siap melakukan upaya penyelamatan dini jika kondisi berubah,” pungkasnya. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini