Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K β€’ 2.6K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB PALOPO β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 – WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Kasus HIV di Siantar Terus Meningkat, Ini Data Sebarannya Per Kecamatan

kasus hiv di siantar terus meningkat, ini data sebarannya per kecamatan
Ilustrasi

Pematangsiantar, Sinata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar mencatat adanya peningkatan signifikan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam lima tahun terakhir.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Pematangsiantar, Misran, SKep, Ners, melalui Setyorini Silalahi, SKM, selaku Pengelola Program HIV.

Advertisement

Berdasarkan laporan resmi Dinkes, jumlah kasus baru HIV alami tren meningkat dari tahun ke tahun.

Tahun 2021 tercatat sebanyak 35 orang terjangkit HIV, meningkat menjadi 90 orang pada 2022, lalu 132 orang pada 2023. Angka tersebut kembali naik menjadi 138 orang di tahun 2024, dan mencapai 173 orang pada tahun 2025.

β€œTotal kasus baru HIV yang dilayani di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) Kota Pematangsiantar sepanjang tahun 2025 berjumlah 173 orang,” ujar Setyorini, Jumat (9/1/2026)

Baca Juga  BPBD Siantar Tanggap Banjir dan Kerusakan Akibat Cuaca Ekstrem

Adapun sebaran kasus baru HIV tahun 2025 berdasarkan wilayah kecamatan meliputi:

Kecamatan Siantar Marihat: 20 orang
Kecamatan Siantar Marimbun: 1 orang
Kecamatan Siantar Selatan: 44 orang
Kecamatan Siantar Barat: 35 orang
Kecamatan Siantar Utara: 19 orang
Kecamatan Siantar Timur: 28 orang
Kecamatan Siantar Martoba: 23 orang
Kecamatan Siantar Sitalasari: 3 orang

Selain itu, Dinkes juga mencatat sebanyak 626 orang dengan HIV (ODHIV) saat ini rutin menjalani pengobatan dan mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV) di seluruh fasilitas kesehatan yang melayani pengobatan HIV di Kota Pematangsiantar.

Upaya Tekan Stigma dan Diskriminasi

Dalam rangka mengatasi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, Dinkes Kota Pematangsiantar terus mengintensifkan sejumlah langkah strategis.

Baca Juga  Dokumen Kajian Teknis dan Salinan IMB RS Vita Insani Belum Diketahui Keberadaannya

Di antaranya melalui edukasi kepada masyarakat terkait HIV, penguatan jejaring antar layanan serta tim internal di fasilitas kesehatan, hingga membangun kebersamaan dengan komunitas yang berhubungan dengan populasi kunci.

Strategi Menekan Kasus Baru HIV

Untuk menekan laju penambahan kasus baru HIV, Dinkes Kota Pematangsiantar juga menjalankan berbagai upaya preventif dan promotif, antara lain:

Sosialisasi HIV kepada pelajar, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kader kesehatan, dan masyarakat umum.

Pengembangan serta perluasan layanan HIV di Kota Pematangsiantar.
Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam program pelayanan HIV.

Optimalisasi jejaring eksternal layanan HIV, baik antar fasilitas kesehatan maupun dengan mitra dan komunitas pendamping serta penjangkau pasien HIV.

Baca Juga  Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Pematangsiantar: Karyawan Klaim Jabatan Diturunkan Tanpa SK dan Gaji Dipotong

Pelaksanaan layanan mobile dengan turun langsung ke lokasi atau hotspot populasi kunci seperti pekerja seks perempuan (WPS), lelaki seks dengan lelaki (LSL), dan waria untuk melakukan tes serta edukasi HIV.

Pemeriksaan HIV pada kelompok berisiko, termasuk ibu hamil, pasien tuberkulosis (TB), serta populasi kunci, sehingga jika terdeteksi positif HIV dapat segera mendapatkan pengobatan ARV.

Dinkes Kota Pematangsiantar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pencegahan, pengendalian, serta pelayanan HIV secara komprehensif guna menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas hidup ODHIV di daerah tersebut. (SN10)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini