Jakarta, Sinata.id – Peristiwa gempa bumi yang kerap terjadi di Indonesia berkaitan dengan potensi aktivitas megathrust.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejak gempa besar bermagnitudo 7,1 yang terjadi di Megathrust Nankai, Jepang Selatan, pada Jumat, 8 Agustus 2024 pukul 14.42.58 WIB, tercatat tujuh kali gempa mengguncang wilayah Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, BMKG mencatat sebanyak 43.439 kejadian gempa bumi terjadi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 25 gempa dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan di sejumlah daerah.
Meski demikian, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa gempa-gempa yang terjadi di Indonesia tidak berkaitan dengan gempa megathrust yang mengguncang Jepang.
Baca juga:Gempa 7,5 Guncang Timur Laut Jepang, Puluhan Ribu Warga Dievakuasi usai Peringatan Tsunami
“Tidak ada sama sekali hubungan rentetan gempa di Indonesia dengan megathrust Jepang. Gempa di Indonesia memang tinggi aktivitasnya,” ujar Daryono kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (4/1/2026).
BMKG juga mengidentifikasi 13 segmen megathrust yang berpotensi memicu gempa bumi besar di Indonesia. Identifikasi ini mengacu pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017, yang menjadi acuan mitigasi kebencanaan nasional.
Daftar 13 Segmen Megathrust yang Mengancam Indonesia:
– Megathrust Mentawai–Pagai (M8,9)
– Megathrust Enggano (M8,4)
– Megathrust Selat Sunda (M8,7)
– Megathrust Jawa Barat–Jawa Tengah (M8,7)
– Megathrust Jawa Timur (M8,7)
– Megathrust Sumba (M8,5)
– Megathrust Aceh–Andaman (M9,2)
– Megathrust Nias–Simeulue (M8,7)
– Megathrust Batu (M7,8)
Baca juga:Simeulue Diguncang Gempa Tektonik Dangkal, Getaran Terasa Kuat hingga Aceh Selatan
– Megathrust Mentawai–Siberut (M8,9)
– Megathrust Sulawesi Utara (M8,5)
– Megathrust Filipina (M8,2)
– Megathrust Papua (M8,7)
BMKG mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga potensi bencana gempa bumi dan tsunami selalu ada. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan mitigasi risiko menjadi hal penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini