Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K •DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Jadi Guru Besar, Rektor USI Prof. Dr. Sarintan Damanik Sampaikan Orasi Ilmiah

jadi guru besar, rektor usi prof. dr. sarintan damanik sampaikan orasi ilmiah
Prof. Dr. Sarintan Damanik (Foto: Dok. Pribadi)

Pematangsiantar, Sinata.id – Rektor Universitas Simalungun (USI) Prof. Dr. Sarintan Efratani Damanik, S.Hut, M.Si, menyampaikan orasi ilmiah setelah dikukuhkan menjadi guru besar.

Orasi ilmiah ini dilaksanakan bersamaan dengan wisuda ke-2 USI di Auditorium Radjamin Purba, Pematangsiantar, Selasa (30/12/2025).

Advertisement

Dalam orasi ilmiah ini, Prof. Sarintan mengangkat judul “Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota”.

Ia menyoroti mengenai
perkembangan wilayah perkotaan yang apabila tidak ditata dengan baik akan mengakibatkan penurunan kualitas ekologi perkotaan.

“Salah satu variabel ekologi perkotaan adalah ruang terbuka hijau kota. Ruang terbuka hijau kota merupakan bagian wilayah perkotaan yang diisi oleh vegetasi guna mendukung manfaat langsung atau tidak langsung yaitu keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keindahan wilayah perkotaan,” kata Sarintan saat menyampaikan orasi ilmiahnya.

Baca Juga  Rawan Kecelakaan, Jalan Rusak di Jalan Artileri Dibiarkan Berlarut-larut

Ia menambahkan keberadaan hutan kota merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap keberlanjutan kondisi ekologi dan sosial di lingkungan perkotaan.

Menurutnya, hutan kota memerlukan kajian pengembangan dalam pengelolaan yang berarti mengarahkan potensi yang ada sehingga dapat dikelola dengan baik untuk memenuhi fungsinya secara optimal.

Sarintan meraih gelar profesor atau guru besar dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Keputusan pemberian gelar guru besar ini tertuang dalam keputusan Menteri Dikti Saintek nomor NUPTK 7751749650230102 yang ditanda tangani Menteri Dikti Saintek Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.

Surat keputusan (SK) guru besar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Kemendikti Saintek pada Senin, 8 Desember 2025.

Baca Juga  Takbir Bergema, Ribuan Warga Semarakkan Pawai Malam Idulfitri 1447 Hijriah di Pematangsiantar

Sarintan menjadi satu-satunya yang mendapat gelar guru besar di USI saat masih menjabat rektor.

Sarintan lahir di Pematangsiantar, 19 April 1971. Dia dilantik menjadi rektor USI pada 10 Desember 2022 dan akan menjabat sampai Desember 2026.

Saat Rektor USI dijabat Sarintan dalam rentang tiga tahun, telah melahirkan tujuh orang guru besar yakni Prof. Dr. Ika Rosenta, Prof. Dr. Anita Purba, Prof. Dr. Ika Rosenta Purba, Prof. Dr. Hisarma Saragih, Prof. Drs. Ulung Napitu, Prof. Dr. Ridwin Purba, Prof. Dr. Jef Rudianto Saragih, dan terakhir Prof. Dr. Sarintan Damanik. []

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini