Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K •DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

BWI Siantar Sosialisasi Harta Benda Wakaf dan Wakaf Masyarakat

lewat sosialisasi benda wakaf dan wakaf masyarakat, ummat muslim diharapkan mampu menggali setiap potensi ekonomi. sehingga perwakafan dapat berlangsung sebagaimana yang diharapkan.
Sosialisasi Benda Wakaf dan Wakaf Masyarakat di MUI Pematangsiantar

Pematangsiantar, Sinata.id – Lewat Sosialisasi Benda Wakaf dan Wakaf Masyarakat, ummat muslim diharapkan mampu menggali setiap potensi ekonomi. Sehingga perwakafan dapat berlangsung sebagaimana yang diharapkan.

Demikian dikatakan Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Pematangsiantar, Syarifuddin SHI CWC pada kegiatan Sosialisasi Harta Benda Wakaf dan Wakaf Masyarakat.

Advertisement

Sosialisasi digelar di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, Jalan Kartini, Kota Pematangsiantar, Senin 29 Desember 2025.

“Soal perwakafan selama ini masih terkendala soal administrasi. Padahal, setiap potensi ekonomi harus digali dan dimanfaatkan agar memberi manfaat,” sebut Syarifuddin SHI CWC.

Sosialisasi Benda Wakaf dan Wakaf Masyarakat mengusung tema, “Sinkronisasi Proses Perwakafan”.

Baca Juga  Target 1.333 Rumah MBR di Siantar, Sudah Tercapai 625 Unit

Katanya, sebagai sumber ekonomi, salah satu yang dapat dimanfaatkan, seperti lahan wakaf pekuburan yang masih kosong.

Hal itu sesuai UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006, serta  program BWI, MUI dan Kemenag Pematangsiantar tahun 2025.

Ketua Panitia, H Suhartono melaporkan, sosialisasi diikuti sebanyak 32 orang peserta, berasal dari nazir tanah wakaf, nazir masjid, lembaga pendidikan, penyuluh agama dan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan.

“Tujuan sosialisasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat dan pengelola maupun pengurus tentang harta benda tidak bergerak dan wakaf melalui kerjasama yang baik antara BWI dengan KUA Kecamatan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN),” ujar H Suhartono.

Baca Juga  Kejagung Diharapkan Segera Tuntaskan Laporan DPRD Siantar Soal Eks Rumah Singgah

Sementara, Ketua MUI Pematangsiantar, Drs H M Ali Lubis mengatakan, MUI sangat mendukung kegiatan BWI Pematangsiantar, karena berkaitan dengan kepentingan umat.

“Sedekah dan wakaf dapat menghentikan musibah karena musibah terjadi karena kerusakan yang dilakukan manusia. Untuk itu, perlu bertobat bahkan bertobat secara nasional,” ucap Drs H M Ali Lubis.

Sedangkan mewakili wali kota, Asisten Prekonomian dan Administrasi Pembangunan Zainal Siahaan, membuka sosialisasi. Ia berharap peserta dapat memahami materi yang disampaikan nara sumber.

Kemudian, Zainal juga mengajak masyarakat untuk mewakafkan harta benda. Sedangkan BWI diharapkan dalam mengelola wakaf dapat bertindak akuntabel dan transparan.

“Saat kepercayaan masyarakat sebagai donasi semakin tinggi kepada BWI, tentu semakin rela  harta benda mereka dikelola BWI. Untuk itu, ke depannya BWI harus semakin berkembang,” sebut Zainal Siahaan.

Baca Juga  DPD Partai NasDem Siantar Sikapi Pemberitaan Tempo

Usai acara pembukaan, panitia  sosialisasi menampilkan Ketua BWI Pematangsiantar,  Syarifuddin SHI CWC , dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar Dr Al Ahyu MA sebagai nara sumber. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini