Sinata.id – Dua pekan setelah banjir bandang melanda Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, warga masih hidup dalam keterisolasian. Jaringan listrik dan internet belum juga pulih, memutus komunikasi dengan dunia luar dan menambah beban masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari bencana.
Di tengah keterbatasan itu, secercah harapan muncul dari posko Polres Aceh Tenggara.
Akses internet berbasis satelit Starlink yang disediakan secara gratis menjadi satu-satunya jembatan komunikasi bagi warga.
Di lokasi tersebut, warga terlihat antusias saat kembali bisa menghubungi keluarga dan kerabat yang berada di luar daerah.
Suasana haru dan kegembiraan tampak jelas, terutama di kalangan remaja.
Baca Juga: Gratiskan Starlink Sebulan, Elon Musk: Tak Pantas Cari Untung di Tengah Bencana Sumatera
Senyum merekah ketika layar ponsel kembali menyala, pesan terkirim, dan suara keluarga terdengar setelah sekian lama terputus.
Seorang remaja Desa Simpur Jaya, mengaku bahagia akhirnya dapat menggunakan telepon genggamnya kembali.
Setelah mengisi daya menggunakan generator set dan tersambung ke jaringan Star link, ia dan teman-temannya langsung memanfaatkan momen tersebut untuk memberi kabar kepada keluarga.
“Kami senang sekali. Setelah banjir, akhirnya bisa menghubungi keluarga dan memberi tahu kondisi kami di sini,” ujar warga, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga: Kota Langsa Masih Gelap Total, Ribuan Warga Bertahan Tanpa Listrik Pascabanjir Bandang
Menurutnya, selama jaringan terputus, warga hanya bisa menunggu tanpa kepastian.
Kehadiran akses internet sementara ini membuat mereka merasa tidak lagi sendirian dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menjelaskan, pemasangan Starlink di lokasi pengungsian dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang kesulitan berkomunikasi.
Terputusnya akses jalan, listrik, dan jaringan internet membuat masyarakat sama sekali tidak bisa menghubungi keluarga maupun meminta bantuan.
Baca Juga: Cara Mengaktifkan Starlink Gratis untuk Warga Terdampak Bencana Sumatera
“Kami melihat banyak warga tidak dapat memberi kabar kepada keluarganya. Karena itu, kami menyediakan Starlink dan genset agar komunikasi bisa kembali terjalin,” kata AKBP Yulhendri.
Ia menegaskan, kehadiran layanan internet satelit tersebut diharapkan dapat membantu warga saling berbagi informasi terkait kondisi mereka selama masa pengungsian dan pemulihan pascabanjir bandang yang menghancurkan perkampungan.
Hingga kini, perbaikan jaringan listrik dan internet masih terus diupayakan.
Sementara itu, warga Desa Simpur Jaya bertahan dengan fasilitas darurat, memanfaatkan teknologi satelit sebagai satu-satunya penghubung dengan dunia luar. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini