Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
News

Kondisi Pilu Pengungsi Banjir di Langkahan Terungkap Lewat Video Viral

pengungsi banjir di paya cukai, langkahan, masih minim bantuan medis dan logistik. video viral memperlihatkan warga sakit bertahan tanpa tenda dan obat-obatan.
Pengungsi banjir di Paya Cukai, Langkahan, masih minim bantuan medis dan logistik. Video viral memperlihatkan warga sakit bertahan tanpa tenda dan obat-obatan. (Screenshot)

Sinata.id – Di saat perhatian publik tersedot pada penanganan banjir di wilayah perkotaan, potret memilukan justru muncul dari daerah pedalaman. Di Paya Cukai, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, para pengungsi dilaporkan masih berjibaku dengan keterbatasan bantuan, terutama layanan kesehatan yang nyaris tak tersentuh.

Informasi ini mencuat setelah sebuah video beredar luas di media sosial.

Advertisement

Unggahan akun TikTok @TOKO DAMRY, dikutip Rabu (17/12/2025), membuka tabir kondisi darurat yang dialami warga terdampak banjir di kawasan tersebut.

Rekaman itu memperlihatkan situasi pengungsian yang jauh dari kata layak.

Relawan yang masuk ke lokasi menemukan sejumlah warga dalam kondisi sakit tanpa penanganan medis memadai.

Baca Juga  Tangis Warga Aceh Tamiang Masih Terdengar Karena Kelaparan Pascabanjir

Baca Juga: Gubernur Mualem Terima Bantuan Darurat Rp9 Miliar dari Mensos

Beberapa di antaranya bahkan terpaksa bertahan di ruang terbuka, berbaring tanpa alas, selimut, maupun tenda perlindungan yang semestinya menjadi kebutuhan dasar di masa bencana.

Dalam video tersebut juga terungkap bahwa hingga hari itu, bantuan obat-obatan dan logistik kesehatan belum diterima secara optimal oleh warga Paya Cukai.

Kondisi ini membuat para relawan menyampaikan seruan terbuka agar bantuan darurat segera dikirimkan, khususnya dari tenaga medis.

“Untuk tim medis, mohon bawa obat-obatan ke sini,” ujar salah seorang relawan dalam rekaman video dengan nada mendesak.

Ia menegaskan situasi di lapangan kian mengkhawatirkan karena jumlah pengungsi yang jatuh sakit terus bertambah.

Baca Juga  ESDM Klaim Listrik Sumatera Hampir Normal 100 Persen

“Banyak korban yang sakit terpaksa tidur di sini,” ucapnya, menggambarkan kondisi pengungsian yang serba terbatas.

Baca Juga: Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar untuk Korban Banjir Aceh

Seruan tersebut ditutup dengan permohonan agar pihak terkait, terutama sektor kesehatan, segera turun langsung ke lokasi.

Relawan berharap penanganan tidak lagi terpusat di wilayah yang mudah dijangkau, melainkan juga menyentuh daerah terpencil yang sama-sama terdampak bencana.

Kisah dari Paya Cukai menjadi alarm keras bahwa distribusi bantuan pascabanjir masih menyisakan ketimpangan.

Di balik laporan penanganan bencana, masih ada warga yang menunggu uluran tangan, agar hak dasar mereka untuk hidup layak dan sehat dapat segera terpenuhi. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini