Oleh: Pdt Manser Sagala,M.Th
Kisah kelahiran Yesus bukan hanya menghadirkan sukacita dan harapan, tetapi juga memperlihatkan reaksi penuh kecemasan dari Raja Herodes Agung. Peristiwa ini dicatat dengan jelas dalam Injil Matius pasal 2, yang menampilkan bagaimana kedatangan Sang Mesias mengguncang suasana politik dan spiritual pada masa itu.
1. Kedatangan Orang-orang Majus
- Beberapa waktu setelah kelahiran Yesus di Betlehem, sejumlah orang Majus dari Timur datang ke Yerusalem. Mereka adalah para ahli bintang yang mengikuti tanda di langit dan membawa pertanyaan besar yang mengejutkan kota itu.
Matius 2:1–2 (TB) menyatakan:
“Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.’”
Pertanyaan ini langsung menarik perhatian seluruh Yerusalem dan mengusik ketenangan Raja Herodes.
2. Ketakutan Raja Herodes
Mendengar berita ini, Herodes langsung terkejut. Bagi seorang penguasa yang terkenal paranoid, gelar “Raja orang Yahudi” mengandung ancaman serius.
Matius 2:3 (TB) mencatat:
“Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.”
Herodes mengetahui bahwa bangsa Yahudi menantikan Mesias—Sang Pembebas yang dijanjikan. Kekhawatiran bahwa kekuasaannya tergeser membuat Herodes bereaksi secara ekstrem.
3. Penyelidikan Herodes atas Nubuat Mesias
Untuk memastikan informasi tersebut, Herodes segera memanggil imam kepala dan ahli Taurat. Ia menanyakan di mana Mesias akan dilahirkan.
Dalam Matius 2:4–6 (TB), para ahli Taurat mengutip nubuat Nabi Mikha bahwa Mesias akan lahir di Betlehem. Informasi ini semakin memperkuat ketakutan Herodes akan hadirnya seorang pemimpin yang kelak menggembalakan umat Israel.
4. Tipu Daya Herodes
Herodes kemudian memanggil orang Majus secara diam-diam. Dengan kedok ingin “menyembah,” ia meminta mereka mencari keberadaan bayi Yesus.
Matius 2:7–8 (TB) menegaskan bahwa tujuan sebenarnya Herodes adalah untuk membunuh-Nya. Ketakutan akan hilangnya kekuasaan membuat raja itu menggunakan segala cara, termasuk tipu daya.
5. Perlindungan Allah dan Kemarahan Herodes
Setiba di Betlehem, orang-orang Majus menemukan Yesus dan mempersembahkan hormat serta hadiah. Namun Tuhan memperingatkan mereka dalam mimpi agar tidak kembali kepada Herodes.
Matius 2:12 (TB):
“Dan karena diperingatkan dalam mimpi… mereka kembali ke negerinya melalui jalan lain.”
Mengetahui bahwa ia telah dikelabui, Herodes murka dan memerintahkan pembantaian semua anak laki-laki berusia dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya (Matius 2:16). Tindakan keji ini menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah kelahiran Yesus.
Peristiwa ini menunjukkan kontras tajam antara penyembahan tulus orang Majus dan penolakan penuh kebencian oleh Herodes.
Melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa terang Kristus selalu hadir di tengah gelapnya dunia. Meskipun ancaman, ketakutan, dan kejahatan mencoba menghalanginya, rencana Allah tetap berjalan dengan sempurna. Kelahiran Yesus membawa harapan yang tidak dapat dipadamkan oleh kuasa mana pun di bumi.( A27).
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Cp Konseling dan Doa Permohonan: 0812762709
Pdt. Manser Sagala, M.Th










Jadilah yang pertama berkomentar di sini