Jakarta, Sinata.id – Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo soroti lambatnya respon pemerintah terhadap bencana di Sumatera. Ia menilai koordinasi antar-lembaga masih lemah, terutama di masa golden time.
“Basarnas harus bergerak cepat, tapi sering terhambat proses perizinan anggaran. Begitu izin turun, masa tanggap darurat sudah lewat,” ujar Arif Wibowo pada Diskusi Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen bersama Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 2 Nopember 2025.
Arif mendorong pemerintah untuk memperkuat mitigasi, dengan menempatkan alat berat dan kesiapsiagaan sejak awal. “Jangan menunggu korban jatuh baru bergerak. Mitigasi yang baik bisa mencegah kerusakan,” tandas politisi Fraksi PKS tersebut.
Baca juga: Korban Tewas Bencana di Sumut Bertambah Jadi 116 Orang dan 42 Hilang
Sementara, Pengamat Politik Ujang Komarudin menekankan tentang pentingnya memasukkan isu lingkungan dalam Pilkada. Menurutnya, bencana berulang terjadi, karena minimnya perhatian kepala daerah terhadap kelestarian alam. “Pemimpin daerah harus punya visi lingkungan agar siklus bencana tidak terulang,” sebut Ujang Komarudin.
Ujang juga meminta penegakan hukum bersikap tegas terhadap perusakan lingkungan. “Instrumen hukum harus dijalankan. Siapa pun yang merusak lingkungan harus ditindak,” ucapnya. (*)
Sumber: Parlementaria









Jadilah yang pertama berkomentar di sini