Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Respon Bencana Lambat, Pemerintah Diminta Perkuat Mitigasi

bencana terjang sumatera, dpr minta bulog gerak cepat amankan pangan
Bencana Sumatera bulan Nopember 2025 yang lalu.

Jakarta, Sinata.id – Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo soroti lambatnya respon pemerintah terhadap bencana di Sumatera. Ia menilai koordinasi antar-lembaga masih lemah, terutama di masa golden time.

“Basarnas harus bergerak cepat, tapi sering terhambat proses perizinan anggaran. Begitu izin turun, masa tanggap darurat sudah lewat,” ujar Arif Wibowo pada Diskusi Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen bersama Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 2 Nopember 2025.

Advertisement

Arif mendorong pemerintah untuk memperkuat mitigasi, dengan menempatkan alat berat dan kesiapsiagaan sejak awal. “Jangan menunggu korban jatuh baru bergerak. Mitigasi yang baik bisa mencegah kerusakan,” tandas politisi Fraksi PKS tersebut.

Baca Juga  Lotte Chemical Investasi Rp62 Triliun: Impor 1,2 Juta Ton LPG untuk Pabrik Petrokimia

Baca juga: Korban Tewas Bencana di Sumut Bertambah Jadi 116 Orang dan 42 Hilang

Sementara, Pengamat Politik Ujang Komarudin menekankan tentang pentingnya memasukkan isu lingkungan dalam Pilkada. Menurutnya, bencana berulang terjadi, karena minimnya perhatian kepala daerah terhadap kelestarian alam. “Pemimpin daerah harus punya visi lingkungan agar siklus bencana tidak terulang,” sebut Ujang Komarudin.

Ujang juga meminta penegakan hukum bersikap tegas terhadap perusakan lingkungan. “Instrumen hukum harus dijalankan. Siapa pun yang merusak lingkungan harus ditindak,” ucapnya. (*)

 

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini