Oleh: Manser Sagala, M.Th
Dunia sedang berada dalam masa yang semakin sukar. Kejahatan meningkat, peperangan terjadi di berbagai tempat, bencana alam makin sering muncul, dan moral manusia terus merosot. Banyak orang bertanya-tanya, “Mengapa semua ini terjadi? Sampai kapan kesulitan ini akan berlangsung?”
Alkitab telah memberikan jawabannya sejak dahulu. Sejak kejatuhan manusia pertama di Taman Eden (Kejadian 3), dunia telah berada dalam kondisi yang jauh dari kesempurnaan yang dirancang Allah. Kesukaran adalah bagian dari realitas dunia yang telah jatuh dalam dosa. Namun bukan hanya itu—Alkitab secara tegas menubuatkan bahwa di akhir zaman, kesusahan akan meningkat.
*Tanda-Tanda Akhir Zaman Menurut Firman Tuhan*
Yesus sendiri telah menyampaikan bahwa sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali, dunia akan menghadapi masa-masa berat yang belum pernah dialami sebelumnya.
Dalam Matius 24:6–8, Yesus menjelaskan tentang perang, kabar perang, kelaparan, dan gempa bumi sebagai permulaan penderitaan. Kemudian, dalam Matius 24:21, Ia menyebut tentang “siksaan yang dahsyat”, sebuah masa kesusahan besar yang belum pernah terjadi sejak dunia ada.
Rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:1–5 menambahkan gambaran yang jelas tentang kondisi manusia di hari-hari terakhir: mencintai diri sendiri, hamba uang, tidak mau berdamai, tidak mengasihi, tidak tahu berterima kasih, menuruti hawa nafsu, bahkan menjalankan ibadah hanya sebagai tampilan luar tanpa kekuatan rohani yang sejati.
Semua ini menunjukkan satu hal: Alkitab tidak salah. Nubuat sedang digenapi di depan mata kita.
*Penderitaan Adalah Bagian dari Jalan Orang Percaya*
Menjadi orang percaya bukan berarti hidup akan bebas masalah. Justru Yesus berkata:
> “Dalam dunia kamu menderita kesesakan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)
Ini bukan peringatan untuk menakut-nakuti kita, tetapi sebuah deklarasi kemenangan:
Kesukaran memang ada, tetapi Kristus sudah mengalahkannya.
Bagaimana Orang Percaya Bersikap di Tengah Kesukaran?
1. Menjadikan Tuhan Sumber Pengharapan
Di saat dunia berubah dan segala sesuatu tampak goyah, firman Tuhan berkata:
> “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan…”
(Mazmur 46:1–2)
Dan janji-Nya dalam Yesaya 41:10 menguatkan kita:
“Janganlah takut… Aku menyertai engkau… Aku akan menolong engkau…”
2. Tetap Bertahan dan Bertekun
Alkitab mengingatkan bahwa setiap kesesakan memiliki tujuan:
> “Kesesakan menimbulkan ketekunan… ketekunan menimbulkan tahan uji… dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”
(Roma 5:3–5)
Kesukaran tidak dirancang untuk menghancurkan kita, tetapi untuk membentuk kita menjadi lebih kuat dan semakin bergantung kepada Tuhan.
*Yesus juga menegaskan:*
> “Orang yang bertahan sampai akhirnya akan diselamatkan.” (Matius 24:13)
3. Fokus pada Yang Kekal
Masalah, penderitaan, dan pergumulan yang kita alami hanyalah sementara. Firman Tuhan berkata:
> “Yang kelihatan adalah sementara, tetapi yang tak kelihatan adalah kekal.”
(2 Korintus 4:18)
Ketika mata kita tertuju kepada kekekalan, kita tidak akan mudah dikalahkan oleh kesesakan dunia ini.
Dunia semakin sulit, tetapi Tuhan tidak pernah berubah. Dalam segala kesukaran hidup, datanglah kepada Yesus. Dialah sumber kekuatan, tempat perlindungan, dan satu-satunya pertolongan yang tidak pernah mengecewakan. Tetaplah teguh, sebab Ia telah mengalahkan dunia.(A27).
CP Konseling & Doa:
📞 0811-762-709
Pdt. Manser Sagala MTh










Jadilah yang pertama berkomentar di sini