Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Regional

2 Warga Pakpak Bharat Terkubur Longsor, Bupati Frans Tumanggor Menghilang

2 warga pakpak bharat terkubur longsor, bupati frans tumanggor menghilang

Pakpak Bharat, Sinata.id — Kabupaten Pakpak Bharat memasuki fase darurat bencana setelah cuaca ekstrem menghantam wilayah itu tanpa henti. Hujan deras menyebabkan sedikitnya 101 titik longsor, memutus akses jalan, merusak rumah warga, hingga menewaskan dua orang di kawasan Bulu Lidi, jalur utama menuju Subulussalam–Aceh.

Kedua korban meninggal setelah rumah mereka tertimbun tanah longsor, dan situasi di lokasi kejadian digambarkan sebagai “tak ada waktu untuk berlari”.

Advertisement

Peristiwa ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mustsyuhita Solin, pada Kamis, 27 November 2025, yang sejak awal sudah berada di lapangan mengoordinasikan penanganan darurat.

“Dua warga kita meninggal dunia tertimbun longsor. Tim sudah mengevakuasi korban, melakukan identifikasi, dan salah satu jenazah telah dikirim ke Tinggalingga untuk dikebumikan,” tegas Wakil Bupati Mustsyuhita Solin kepada Sinata.id.

Baca Juga  Forkala dan FPK Dukung Walikota Medan Penataan Pedagang Daging non-Halal

2 warga pakpak bharat terkubur longsor, bupati frans tumanggor menghilang

Wilayah Terisolasi Total: Listrik Gelap, Komunikasi Putus, Jalan Terkepung Longsor

Daerah yang paling parah terdampak adalah:
* Sibagindar
* Kelasen
* lagan
* dan beberapa jalur strategis menuju Aceh

Di area-area ini warga mengaku:
* gelap gulita karena listrik padam total,
* tidak bisa berkomunikasi sama sekali,
* dan terkurung karena jalur masuk tertutup tanah longsoran.

“Pakpak Bharat ini dataran tinggi. Banjir tidak jadi ancaman, tapi tanah longsor adalah ancaman mematikan,” kata Solin.

Wakil Bupati Bertahan di Lapangan — Bupati Frans Bernhard Tumanggor Sudah 5 Hari di Jakarta

Ketika Sinata.id mencoba meminta penjelasan tentang keberadaan Bupati Pakpak Bharat, Frans Bernhard Tumanggor, Wakil Bupati Mustsyuhita Solin memberikan jawaban tegas:

Baca Juga  Pramono Anung Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Atap Seng Bakal Dihapus

“Bupati sudah lima hari berada di Jakarta. Karena itu saya yang siaga penuh di Pakpak Bharat sampai keadaan pulih.”

2 warga pakpak bharat terkubur longsor, bupati frans tumanggor menghilang

Situasi ini memunculkan pertanyaan keras dari masyarakat:
mengapa Kabupaten Pakpak Bharat sedang berduka, tetapi pucuk pimpinan daerah justru tidak berada di tempat?

*4 Ekskavator Disiagakan – 53 Desa Wajib Siaga 24 Jam*

Pemerintah daerah menyiapkan empat ekskavator untuk membuka akses yang tertutup longsor.
Sebanyak 53 desa diperintahkan siaga penuh.

Kepala desa dan camat diminta:
* memantau curah hujan,
* mengawasi pergerakan tanah
* dan segera melapor bila terjadi retakan atau longsoran kecil.

“Masyarakat harus cepat melapor ke kepala desa. Dari situ laporan akan dikirim ke tim kabupaten agar alat berat bisa langsung bergerak,” tegas Solin.

Baca Juga  Wabup Taput Buka Musrenbang Adian Koting, Tekankan SDM dan DTSEN Akurat

Untuk rumah warga yang rusak akibat bencana, Wakil Bupati menegaskan:

“Pemkab melalui Perkim BAKWIL sudah menyiapkan anggaran untuk tahap perbaikan rumah warga. Yang penting laporannya segera masuk.”

Kabupaten Pakpak Bharat yang memiliki Batalyon TNI 906 dengan 700 personel langsung mengerahkan prajuritnya untuk membantu:
* evakuasi warga,
* pembersihan material longsor,
* serta membuka akses ke desa-desa terisolasi.

*Imbauan Keras Wakil Bupati Mustsyuhita Solin*

“Jangan tunggu bencana susulan. Jika wilayah tidak aman, segera mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman. Nyawa lebih penting dari apa pun.”

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus siaga, walaupun bupati sedang berada di luar daerah. (SN8)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini