Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Menjadi Pekerja di Ladang Tuaian Tuhan: Pemuridan Sebagai Panggilan Sejati

menjadi pekerja di ladang tuaian tuhan: pemuridan sebagai panggilan sejati
Pastor Dion Panomban.

Oleh: Pastor Dion Panomban

Abba Home Family pada Kamis, 30 Oktober 2025 mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan rohani masa kini: tentang pentingnya tujuan, pengertian, dan kebersamaan dalam menghadapi situasi dunia yang menantang, di mana tuaian sudah begitu menguning namun pekerjanya sangat sedikit.

Advertisement

Melalui pesan firman yang dibawakan oleh Ps. Dion Ponomban, jemaat diingatkan bahwa pemuridan (discipleship) adalah solusi yang Yesus sendiri teladankan. Ia telah memberi contoh, mempraktikkan, dan memberi perintah, β€œJadikanlah mereka murid-Ku.”

Pemuridan bukanlah proses instan. Ia adalah perjalanan panjang yang menuntut kesetiaan, kesabaran, dan kasih. Seorang murid tidak menjadi dewasa rohani dalam sekejap β€” perlu waktu, pendampingan, dan penemanan yang konsisten.
Ps. Dion menegaskan, β€œSampai kapankah kita menemani orang menjadi dewasa? Sampai dia berubah. Kalau tidak berubah? Tetaplah menemani, karena urusan mengubah adalah pekerjaan Tuhan, sedangkan tugas kita adalah menemani dengan kasih.”

Baca Juga  Makna Kulit dalam Perspektif Iman Kristen: Mensyukuri Ciptaan Tuhan sebagai Wujud Ketaatan

Firman Tuhan dari Ibrani 12:1-5 mengingatkan umat untuk berlomba dengan tekun, menanggalkan dosa, dan menatap Yesus β€” Sang pemimpin dan penyempurna iman. Ayat 3 menegaskan agar kita selalu mengingat ketekunan Yesus dalam menanggung bantahan dan penderitaan, supaya kita tidak menjadi lemah dan putus asa.

**Dari ayat-ayat ini, kita belajar:*

1. Pergumulan kita belum sebanding dengan penderitaan Yesus (ay. 4).
2. Yesus berjuang sampai akhir, bahkan hingga darah tercurah β€” sedangkan kita masih dalam proses.
3. Mengingat Yesus memberi kekuatan dan semangat baru (ay. 3).
4. Dalam pemuridan, ketekunan seperti Yesus menjadi kunci keberhasilan rohani (ay. 3).

Pemuridan sejati tidak berhenti pada pengajaran, tetapi berlanjut dalam kehidupan nyata β€” menjadi teladan dan sahabat rohani bagi orang lain.

Baca Juga  Jangan Takut dan Kuatir, Tuhan Menyertai Kita!

Marilah kita terus menatap kepada Yesus, Sang Pemimpin Iman, dan tekun berjalan dalam perlombaan rohani β€” karena hanya dengan kasih dan ketekunan, kita dapat menuai tuaian besar di ladang Tuhan.(A27).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini