Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Iman yang Diuji di Gunung Moria: Pengorbanan Abraham yang Mengguncang Sejarah Iman

perang timur tengah dan panggilan hidup kudus: makna firman tuhan di tengah konflik iran, israel, dan amerika
Pdt. Manser Sagala, M.Th.

Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th

Kisah pengorbanan Abraham terhadap anaknya Ishak di Gunung Moria menjadi salah satu peristiwa paling menggugah dalam sejarah iman manusia. Dikisahkan dalam Kitab Kejadian pasal 22 ayat 1–19, peristiwa ini bukan hanya tentang ujian, melainkan juga puncak ketaatan dan keyakinan terhadap Tuhan yang Mahakuasa.

Advertisement

Perintah Tuhan: Ujian yang Menggetarkan Hati

Kisah ini dimulai ketika Tuhan memerintahkan Abraham untuk mempersembahkan Ishak, anak tunggal yang sangat ia kasihi, sebagai korban bakaran.

Kejadian 22:1–2 (TB)
“Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: ‘Abraham,’ lalu sahutnya: ‘Ya, Tuhan.’ Firman-Nya: ‘Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.’”

Perintah ini menjadi ujian paling berat dalam hidup Abraham—sebuah tantangan untuk membuktikan apakah kasihnya kepada Tuhan melampaui kasihnya kepada anaknya sendiri.

Baca Juga  Dunia Penuh dengan Sandiwara – Bagian II

Ketaatan Tanpa Tawar-Menawar

Tanpa menunda dan tanpa bertanya, Abraham menunjukkan ketaatan total. Keesokan harinya, ia segera mempersiapkan keledai, membawa dua bujang, dan mengajak Ishak untuk berangkat ke tempat yang ditunjuk Tuhan.

Kejadian 22:3 (TB)
“Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham… lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.”

Tindakan ini memperlihatkan iman yang tidak bergantung pada logika, melainkan pada ketaatan mutlak kepada perintah Tuhan.

Perjalanan Iman di Gunung Moria

Selama tiga hari perjalanan, Abraham tidak mundur sedikit pun. Sesampainya di tempat tujuan, ia meminta kedua bujangnya menunggu di bawah gunung.

Kejadian 22:4–5 (TB)
“…Aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

Ucapan “kami akan kembali kepadamu” menjadi bukti keyakinan iman Abraham bahwa Tuhan pasti menyediakan jalan, bahkan jika itu berarti membangkitkan Ishak kembali.

Baca Juga  Mengenal Tuhan Yesus Lebih Dalam: Bukti Kasih yang Sungguh-Sungguh kepada Tuhan

Pertanyaan Seorang Anak dan Jawaban Iman

Saat mendaki, Ishak bertanya polos, “Bapa, di mana anak domba untuk korban bakaran?”
Jawaban Abraham menjadi pernyataan iman yang abadi:

Kejadian 22:8 (TB)
“Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.”

Kalimat ini menegaskan keyakinan Abraham bahwa Tuhan adalah penyedia sejati (Yahweh Yireh).

Puncak Pengorbanan dan Ketaatan

Setibanya di tempat itu, Abraham membangun mezbah, menata kayu, mengikat Ishak, dan meletakkannya di atas mezbah. Saat pisau diangkat untuk mengorbankan putranya, terdengar suara dari langit memanggil namanya.

Kejadian 22:9–10 (TB)
“Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.”

Adegan ini menjadi momen paling menegangkan dalam sejarah iman—sebuah titik di mana ketaatan diuji hingga batas terakhir.

Tuhan Menyediakan Korban Pengganti

Baca Juga  Hidup Dipimpin Roh Kudus: 4 Tanda Nyata Menurut Alkitab

Tepat sebelum pisau itu turun, Tuhan menghentikan tangan Abraham.

Kejadian 22:11–13 (TB)
“Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Ku-ketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah…”

Abraham menoleh, dan melihat seekor domba jantan tersangkut di belukar. Domba itulah yang kemudian dipersembahkan sebagai pengganti Ishak.

Peristiwa ini melambangkan kasih dan penyediaan Tuhan bagi umat-Nya — bahwa ketaatan dan iman yang sejati tidak pernah dibiarkan berakhir dalam kesia-siaan.

Gunung Moria menjadi saksi bagaimana iman sejati diuji bukan melalui kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata yang penuh penyerahan. Abraham lulus dari ujian itu bukan karena kekuatannya sendiri, tetapi karena ia percaya penuh bahwa Allah yang memerintahkan adalah Allah yang akan menyediakan.

Nama tempat itu pun disebut Abraham: “YHWH Yireh” — Tuhan yang menyediakan.
(Kejadian 22:14).

Tuhan Jesus Memberkato CP.0811762709. Salom.( A27).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini