Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Inflasi Sumut Tertinggi di Indonesia, Gubernur Bobby Ditegur Kemendagri

inflasi sumut tertinggi di indonesia, gubernur bobby ditegur kemendagri
Bobby Nasution. dok Pemprov Sumut

Jakarta, Sinata.id – Kemendagri menegur Gubernur Sumut, Bobby Nasution, akibat kinerja pengendalian inflasi yang dinilai lamban. Provinsi yang dipimpinnya mencatatkan inflasi tertinggi se-Indonesia, yakni 5,32% (yoy) pada September 2025, memicu kekhawatiran atas daya beli masyarakat.

Teguran ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah. Dalam rapat yang digelar Senin (6/10) itu, Tomsi tak segan menyindir dan membandingkan kinerja Sumut dengan provinsi lain, termasuk Papua Pegunungan yang medannya lebih sulit namun inflasinya lebih rendah (3,55%).

Advertisement

“Bapak-ibu sekalian, inflasi 5,32 persen dalam suatu provinsi itu sudah terasa perubahan harganya bagi masyarakat. Daerah yang merah-merah ini, kenapa? Karena yang lain bisa, gitu loh, yang lain bisa (menekan inflasi),” tegas Tomsi dalam rapat yang ditayangkan di YouTube Kemendagri.

Baca Juga  Polres Sibolga Ungkap 4 Kasus Narkotika dengan 9 Tersangka Selama April 2026

Tomsi secara khusus menyoroti kemudahan distribusi barang dan jasa di Sumut yang tidak sebanding dengan angka inflasi yang dicapai. Ia mendesak kepala daerah untuk bertindak tegas, bahkan mengisyaratkan evaluasi terhadap dinas-dinas terkait yang dianggap tidak bergerak.

“Bagi kepala daerah, kalau umpamanya dinas-dinasnya tidak bergerak, mungkin selayaknya untuk dievaluasi. Kita bekerja di sini setiap minggu meluangkan waktu 3 jam untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” tegasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi pernyataan Kemendagri. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, dari 38 provinsi, hanya satu yang mengalami deflasi. Inflasi nasional sendiri berada di level 2,65% (yoy).

Sumbangan inflasi tertinggi secara nasional berasal dari kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (9,59% yoy), yang didorong kenaikan harga emas. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga masih signifikan menyumbang inflasi sebesar 5,01%.

Baca Juga  Jalan Lintas Asahan–Sigura-gura Longsor, Tiang PLN Tumbang dan Akses Terganggu

Selain Sumut, sembilan provinsi lain yang masuk daftar inflasi tertinggi dan mendapat peringatan dari Kemendagri adalah Riau (5,08%), Aceh (4,45%), Sumatra Barat (4,22%), Sulawesi Tengah (3,88%), Jambi (3,77%), Sulawesi Tenggara (3,68%), Papua Pegunungan (3,55%), Sumatra Selatan (3,44%), dan Papua Selatan (3,42%). (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini