Info Market CPO
πŸ—“ Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Simalungun

Dari 413 KMP di Simalungun, Masih 1 yang Ajukan Pinjaman ke Himbara

dari 413 kmp di simalungun, masih 1 yang ajukan pinjaman ke himbara
Ilustrasi

Simalungun, Sinata.id – Di Kabupaten Simalungun sudah terbentuk 413 Koperasi Merah Putih (KMP). Namun, masih 1 KMP yang telah mengajukan pinjaman ke Himpunan Bank Negara (Himbara).

Demikian informasi yang diterima dari Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Simalungun Jon Suka Jaya Purba, Selasa 30 September 2025.

Advertisement

KMP yang telah mengajukan pinjaman ke Bank Rakyat Indonesia (BRI/salah satu bank yang ada di Himbara) adalah KMP Huta Parik di Kecamatan Ujung Padang. Sedangkan 37 KMP lainnya masih berproses untuk dapat mengajukan pinjaman.

β€œKita terus mendorong koperasi yang ada di Kabupaten Simalungun untuk terus mengembangkan unit usahanya. Saat ini, masih 1 Koperasi Merah Putih yang sudah mengajukan pinjaman, 37 lagi sedang mengajukan pinjaman ke Himbara,” ujar Jon.

Baca Juga  Bahasa, Seni dan Ornamen Simalungun Bakal Jadi Mata Pelajaran Resmi di Sekolah

Katanya, kebanyakan pinjaman diajukan untuk membuka usaha toko kelontong dan penjualan pupuk. β€œYang paling banyak toko sembako dan toko pupuk. Kita harapkan, pengurus memiliki inovasi yang membawa perubahan besar dalam perekonomian di Simalungun,” sebutnya.

Menurut Jon, pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan terobosan untuk pemberdayaan ekonomi, serta untuk menggali potensi yang ada di setiap desa maupun kelurahan.

β€œJadi jangan menganggap koperasi ini koperasi-koperasian. Ini harus kita seriusi agar kedepannya perekonomian di desa bisa berkembang dan membawa kebaikan untuk masyarakat luas,” ujarnya. (SN11)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini