JAKARTA, Sinata.id – Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka.
Tim gabungan dari BPBD dan Basarnas masih melakukan penyisiran serta evakuasi di kawasan gunung menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT.
Gunung Dukono yang saat ini berstatus Level II atau Waspada mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026.
Dalam periode tersebut, rata-rata tercatat 95 kali kejadian erupsi.
Hasil pengamatan menunjukkan kolom abu berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan ketinggian mencapai sekitar 10.000 meter.
Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat.
Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 967,56 detik.
Dampak erupsi dilaporkan terasa di Kecamatan Galela, khususnya Desa Mamunya.
Hingga kini, BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara masih melakukan pendataan terhadap masyarakat maupun pendaki yang berada di sekitar kawasan terdampak.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pos Pantau Gunung Dukono, Basarnas, tenaga medis, TNI/Polri hingga masyarakat setempat.
Tim SAR gabungan juga terus melakukan penyisiran di kawasan gunung untuk mengevakuasi pendaki yang berada dalam situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini