Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Simalungun

24.560 Keluarga di Simalungun Berisiko Stunting

24.560 keluarga di simalungun berisiko stunting
Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga pada rapat pencegahan dan penurunan stunting

Simalungun, Sinata.id – Berdasarkan data tahun 2024, diperkirakan 24.560 keluarga di Simalungun berisiko stunting. Beranjak dari ancaman tersebut, Pemkab Simalungun pun menargetkan penurunan signifikan terhadap stunting di tahun 2025 ini.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga saat memimpin rapat Pelaksanaan Aksi Konvergensi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), Kamis (21/08/2025).

Advertisement

Dalam rapat yang dilaksanakan di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Wakil Bupati menyampaikannya pentingnya upaya penanggulangan stunting sebagai prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pemerintah telah menetapkan target penurunan stunting nasional menjadi 14,4% pada tahun 2026 dan 5% pada tahun 2045, sesuai RPJMN 2025–2045,” kata Wakil Bupati.

Baca Juga  Dugaan Perselingkuhan Pangulu di Simalungun Dilaporkan ke Polisi, Inspektorat Buka Suara

Secara nasional, angka stunting telah menurun sebesar 9% dalam lima tahun terakhir, dari 30,8% pada 2018 menjadi 21,6% pada 2023.

Sementara di Kabupaten Simalungun, angka prevalensi stunting masih berada pada 26% Tahun 2024. Oleh karena itu, Pemkab menargetkan penurunan hingga 14% pada tahun 2025, artinya masih diperlukan penurunan sebesar 12% lagi untuk mencapai target tersebut.

“Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 24.560 keluarga berisiko stunting yang tersebar di 32 kecamatan di Kabupaten Simalungun. Kita harus bekerja sama untuk mengentaskan masalah ini. Kita yakin, 2025 ini kita bisa mencapai 14% itu,” sebut Wakil Bupati.

Rapat tersebut dihadiri oleh Sekda Kabupaten Simalungun, Albert R. Saragih, Staf Ahli Bupati, Asisten Administrasi Umum, Akmal H Siregar, Kadis PPKB, Gimrood Sinaga, Kadis Kesehatan, Edwin Tony SM Simanjuntak, para camat, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Simalungun. (SN-11)

Baca Juga  Pangulu Purwodadi Diduga Berupaya Lengserkan Ketua Maujana Nagori

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini