Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

227 Keluarga Dapat Huntap Baru, Tapsel Percepat Pemulihan Pascabencana

227 keluarga dapat huntap baru, tapsel percepat pemulihan pascabencana
Penandatanganan kontrak kerja pembangunan huntap tahap II di Kabupaten Tapanuli Selatan. (diskominfotapsel)

Tapanuli Selatan, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) mempercepat pemulihan pascabencana dengan memulai pembangunan hunian tetap (huntap) tahap II bagi 227 kepala keluarga terdampak.

Pembangunan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan CV Reynand Utama di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Selasa (28/4/2026), yang disaksikan langsung oleh Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu.

Advertisement

Pembangunan tahap II merupakan lanjutan dari huntap tahap I yang telah rampung sebanyak 227 unit, dan sebagian besar sudah ditempati warga.

Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa pembangunan huntap tidak sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga  Pemkab Taput Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan di Masa Transisi Pascabencana Parmonangan

“Yang dibangun bukan hanya rumah, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran Yayasan Buddha Tzu Chi yang dinilai konsisten mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan huntap tahap I menjadikan Tapsel sebagai salah satu daerah pertama di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat yang meresmikan hunian tetap pascabencana.

“Hari ini kita lanjutkan pembangunan 227 unit huntap tahap II. Ini menunjukkan proses pemulihan terus berjalan agar masyarakat dapat kembali hidup normal,” katanya.

Huntap tahap II diperuntukkan bagi warga relokasi dari Desa Simatohir, Dusun Rambangan, serta Desa Panobasan Lombang, Dusun Lobu Uhom.

Baca Juga  Polres Binjai Intensifkan Imbauan Kamtibmas, Dorong Peran Masyarakat Cegah Kejahatan

Fokus Pemulihan Ekonomi

Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menyiapkan program pemulihan ekonomi bagi warga penerima huntap.

Pemkab Tapsel berencana memberikan bantuan kolam bioflok untuk budidaya ikan lele dan nila. Hasil produksi akan dipasarkan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna menjamin penyerapan hasil panen.

Selain itu, warga juga akan didorong mengembangkan pertanian tumpang sari jagung di sekitar kawasan permukiman baru dengan dukungan akses pasar dari pemerintah.

Menurut Gus Irawan, tantangan terbesar pascarelokasi adalah memastikan masyarakat kembali mandiri secara ekonomi.

“Rumah bisa dibangun dalam waktu relatif singkat, tetapi memulihkan kehidupan membutuhkan proses yang lebih panjang. Karena itu, pemberdayaan ekonomi menjadi fokus utama,” ujarnya.

Baca Juga  Kasus TBC di Humbahas Menunjukkan Penurunan Signifikan

Ia juga memastikan seluruh warga terdampak kini telah keluar dari tenda pengungsian. Sebelum Idulfitri lalu, seluruh korban sudah menempati hunian sementara maupun hunian tetap yang disediakan pemerintah bersama mitra kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumut, Mujianto, menyampaikan pihaknya menargetkan pembangunan huntap tahap II dapat selesai lebih cepat.

“Kami berharap proses berjalan lancar sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah yang aman dan layak,” katanya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan. (SN18)

 

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini