Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

20 Rentetan Bencana Beruntun Menggulung Sumut, 10 Tewas, 6 Masih Hilang, Polri Siaga Penuh

bencana beruntun melanda sumut dengan 20 kejadian longsor, banjir, dan pohon tumbang. tewaskan 10 warga, 6 hilang, serta ribuan mengungsi.
Bencana beruntun melanda Sumut dengan 20 kejadian longsor, banjir, dan pohon tumbang. Tewaskan 10 warga, 6 hilang, serta ribuan mengungsi. (Ist)

Sinata.id – Gelombang bencana alam menghantam Sumatera Utara, Selasa (25/11/2025), dengan catatan 20 kejadian mulai dari longsor, banjir hingga pohon tumbang.

Data terakhir yang dihimpun, peristiwa ini telah menewaskan 10 orang, melukai 3 warga, dan membuat 6 lainnya masih hilang, sementara ribuan penduduk terpaksa mengungsi di tengah akses jalan yang lumpuh dan situasi darurat yang meluas.

Advertisement

Jaringan komunikasi darurat di enam kabupaten/kota di Sumatera Utara kembali dipenuhi laporan bencana beruntun.

Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, kepolisian mencatat 20 kejadian alam yang menghantam kawasan pegunungan hingga pesisir.

Dari rentetan peristiwa itu, 19 warga menjadi korban, baik meninggal, terluka, maupun masih hilang.

Data yang dihimpun hingga Selasa (25/11/2025) menunjukkan gambar besar yang suram, yakni 12 titik longsor, 7 banjir besar, dan satu peristiwa pohon tumbang yang menelan korban jiwa.

Ribuan warga kini berada dalam situasi darurat, 2.393 kepala keluarga terdampak, dengan 445 orang harus mengungsi ke lokasi aman.

Baca Juga: Ini Titik Terparah Longsor Sibolga, Jumlah Korban Diduga Masih Bertambah

Baca Juga  2 Begal Pelesiran ke Berastagi Usai Bacok Petugas Imigrasi Kualanamu

Jalur akses utama di berbagai daerah pun lumpuh oleh material tanah yang menggunung.

Hantaman paling keras terjadi di Tapanuli Tengah.

Longsor yang menerjang pukul 07.00 WIB merenggut empat nyawa dan meratakan satu rumah warga.

Sementara itu, banjir yang berlangsung sejak 17–22 November menyelimuti ratusan desa dan memaksa 45 orang mengungsi, dengan 1.902 kepala keluarga terdampak langsung.

Di wilayah tetangga, Mandailing Natal, kondisi tak kalah berat.

Longsor menutup Jembatan Aek Inumon II, memutus akses utama.

Banjir besar di Kecamatan Muara Batang Gadis menenggelamkan 470 rumah dan mendorong 400 warga mencari perlindungan.

Bencana lain juga muncul hampir bersamaan.

Di Tapanuli Selatan, satu pohon besar tumbang dan menewaskan 1 warga, serta melukai satu lainnya.

Di Tapanuli Utara, tiga titik longsor merusak rumah, membuat jalur umum tertutup, dan melukai seorang warga.

Kota Sibolga menjadi salah satu titik terparah. Terjadi enam longsor yang menelan 5 korban jiwa, 3 luka-luka, 4 masih hilang, serta merusak 17 rumah.

Baca Juga  Kemenag Ajak Umat Sambut Idulfitri dengan Hati Damai dan Penuh Ketakwaan

Sedangkan di Nias, tanah bergerak menutup akses Desa Hiligodu di Gunungsitoli.

Baca Juga: Ini 6 Titik Longsor Sibolga, Korban Hilang dan Tewas Bermunculan

Pasukan Brimob Dikerahkan di Semua Titik

Sejak laporan pertama masuk, Polri menerjunkan kekuatan penuh untuk evakuasi, pencarian, pengamanan lokasi, hingga pengaturan lalu lintas.

Karo Ops Polda Sumut, Kombes Pol Victor Togi Tambunan, memerintahkan pengerahan 4 SSK Sat Brimob guna memperkuat operasi SAR dan pembukaan jalur tertutup.

Pergerakan personel berlangsung simultan:

  • 09.30 WIB:

    • Satu SST Yon C Por dipimpin IPDA Slamet tiba di Jalinsum Padang Sidempuan–Tarutung.

    • SST lain di bawah IPDA Erwinsyah S memasuki Desa Parsalakan, Tapteng.

    • Tim IPDA Marbun siaga di Batujomba menanti alat berat.

  • 14.15 WIB:

    • SST Kompi 2 Yon B Por menuju Sibolga, namun sempat terhenti untuk menangani kecelakaan lalu lintas di Simpang Marjarunjung.

Penguatan berikutnya kembali digeser malam hari:

  • Satu SST Samapta

  • Dua tim Dokkes

  • Satu tim Teknologi Informasi

Semua diarahkan ke Tapanuli Tengah untuk mempercepat pencarian korban, pelayanan medis, pendataan, hingga pemulihan komunikasi.

Baca Juga  Raffi Ahmad–Nagita Slavina Donasi Rp15 Miliar ke Aceh, Sumbar, dan Sumut

Rabu (26/11/2025) pagi, dua SST Samapta tambahan diberangkatkan untuk memperluas jangkauan penanganan.

Baca Juga: Madina Dikepung Air Bah Setinggi Atap Rumah, 1.200 Keluarga Mengungsi Massal

Hujan Belum Mereda, Risiko Masih Tinggi

Curah hujan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah daerah masih terendam hingga satu meter.

Badan cuaca memprediksi malam hari berpotensi memperparah kondisi.

Polri mengingatkan warga untuk menjauhi tebing rawan longsor, menghindari wilayah bantaran sungai, dan tidak memaksakan perjalanan di jalur yang sudah ditutup.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan semua kekuatan dikerahkan demi keselamatan warga.

“Polri akan terus hadir dan bekerja tanpa henti untuk membantu saudara-saudara kita. Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengambil langkah aman,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Polri memastikan operasi SAR tidak akan berhenti, baik sampai seluruh korban ditemukan maupun sampai akses utama kembali pulih. [dfb]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini