Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Ekonomi & Bisnis

Zimbabwe Tutup Keran Ekspor, Harga Litium Tembus Level Tertinggi Pekan Ini

pasar litium global terguncang setelah zimbabwe menghentikan ekspor konsentrat. harga naik signifikan dan industri kendaraan listrik menghadapi potensi tekanan pasokan baru.
Pasar litium global terguncang setelah Zimbabwe menghentikan ekspor konsentrat. Harga naik signifikan dan industri kendaraan listrik menghadapi potensi tekanan pasokan baru. (Ist)

Harare, Sinata.id – Harga litium di pasar global tiba-tiba melejit pada pekan ini setelah pemerintah Zimbabwe mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara ekspor semua konsentrat mineral, termasuk litium, yang menjadi bahan baku penting untuk baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan bahan mentah ke negara pengolah utama seperti China, dan dampaknya langsung terlihat di bursa komoditas dunia.

Data perdagangan dikutip pada Kamis (26/2/2026) menunjukkan bahwa kontrak litium karbonat yang paling aktif diperdagangkan di Bursa Berjangka Guangzhou meningkat lebih dari 6 persen, dengan sempat menyentuh lonjakan hampir 9 persen dalam satu sesi perdagangan.

Advertisement

Lonjakan ini mendorong harga per metrik ton naik ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, mendorong optimisme sekaligus kekhawatiran pelaku pasar global.

Baca Juga  BI Pangkas Batas Beli Dolar Jadi USD50 Ribu, Siap Diperketat Lagi ke USD25 Ribu

Baca Juga: Setelah Skandal Perhiasan Raib, Macron Ganti Pimpinan Museum Louvre

Keputusan Zimbabwe, yang dikenal sebagai salah satu produsen litium terbesar di Afrika, diumumkan melalui Kementerian Pertambangan negara itu.

Kebijakan mengatur bahwa larangan ekspor konsentrat berlaku mulai Rabu tanpa batas waktu, dengan tujuan memperkuat pengolahan domestik dan menekan praktik pengiriman bahan mentah yang dianggap ilegal selama ini.

Sejumlah analis pasar global menilai langkah Zimbabwe sebagai pukulan bagi rantai pasok litium dunia, yang sudah berada di bawah tekanan akibat permintaan litium yang terus naik seiring percepatan adopsi kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan.

“Ketidakpastian pasokan litium dari Zimbabwe diperkirakan akan memperketat pasar dalam jangka pendek,” ujar dilansir Reuters.

Baca Juga  Ekspor Sarung Tegal Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah

Langkah Zimbabwe ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya mineralnya, menghadirkan peluang sekaligus tantangan untuk investor asing.

Sejumlah perusahaan besar dari China, termasuk Zhejiang Huayou Cobalt dan Sinomine, telah lama berinvestasi di sektor pertambangan litium di Zimbabwe dan kini tengah menyesuaikan strategi mereka terhadap kebijakan baru ini.

Dampak dari larangan ekspor ini tidak hanya terasa di pasar komoditas, tetapi juga telah mendorong saham perusahaan pertambangan litium di bursa global menguat signifikan.

Beberapa emiten besar mencatatkan lonjakan harga saham mereka selama perdagangan di Amerika Utara dan Asia, mencerminkan sentimen investor terhadap berkurangnya pasokan litium mentah.

Baca Juga  Kondisi Zimbabwe di Tahun 2025 Setelah Uang 100 Triliun Pernah Dijadikan Tisu Toilet

Para pelaku industri kini mengalihkan perhatian mereka pada langkah pemerintah Zimbabwe berikutnya serta perkembangan pembangunan fasilitas pengolahan litium di dalam negeri, yang diharapkan akan menyerap bahan mentah yang selama ini diekspor.

Pemerintah Harare menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan terus dievaluasi seiring dengan pembentukan rantai nilai litium yang lebih kuat di tanah Afrika. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini