Pematangsiantar, Sinata.id – Awaluddin Tobing mengalami dugaan teror berupa percobaan pembakaran warung miliknya pada Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Teror itu diduga karena dia menyoroti perjudian togel yang meresahkan masyarakat.
Andai kata malam itu dia tak sigap, warung yang terletak di simpang Jalan Tekukur dan Jalan Merpati, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, bisa saja rata dengan tanah.
Kepada Sinata, Senin (3/11/2025), Awaluddin bercerita malam kejadian dia bersama istrinya tidur di warung. Tidak lama kemudian, empat orang mendekati warung dengan suara tinggi, membicarakan korek api dengan nada yang tinggi.
Mereka tiba menggunakan dua sepeda motor tanpa plat nomor, yakni Honda Vario merah dan Yamaha Mio J hitam. Dua di antaranya mengenakan helm, sisanya memakai jaket memakai jaket penutup kepala maupun masker.
“Aku dengar orang itu bercerita dengan volume suara yang besar ‘mana mancis tadi, tapi kau yg pegang’,” kenang Awaluddin.
Merasa ada yang tak beres, Awaluddin mendatangi orang tak dikenal itu dan menanyai keperluan mereka. Salah satu pelaku mengaku sedang menunggu temannya.
“Kata mereka menunggu kawan, terus kubilang ‘kok kalian cerita mancis’. Setelahnya mereka langsung pergi kabur dengan sepeda motornya,” ujarnya.
Sekitar satu jam kemudian, Awaluddin menerangkan ke empatnya kembali mendekati lokasi namun segera pergi setelah Awaluddin mengamati mereka.
“Sekitar 1 jam kemudian mereka datang lagi dekat RM Merpati, kemudian aku bediri dekat kios ini dan memperhatikan mereka, tapi mereka langsung pergi,” ujarnya.
Awaludin menambahkan, salah satu pelaku ada membawa botol tapi ia tidak mengetahui isi botol tersebut.
Surati Aparat Terkait Judi Togel
Awaluddin menduga teror itu terkait dengan tindakan LSM Karya yang menyurati Polres Pematangsiantar, Rindam I/BB, Polisi Militer, dan Korem, terkait judi togel di Jalan Tekukur dan Jalan Merpati.
Dia yang juga Sekjen LSM Karya menyatakan, surat itu berisi permintaan agar penegak hukum memberantas judi togel yang meresahkan masyarakat. Surat dikirim pada hari yang sama saat teror berlangsung.
“Rabu pagi saya buat konsep suratnya, sore saya kirim, dan malamnya kejadian (teror),” ujarnya, mengatakan belum melaporkan teror ke aparat berwajib. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini