Dante menyebut Kementerian Kesehatan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan untuk menghadapi dampak polusi udara, mulai dari aspek promotif hingga kesiapan fasilitas kesehatan.
Namun, ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah belum adanya sistem data terpadu yang menghubungkan kualitas udara dengan dampak kesehatan masyarakat secara langsung.
“Celah inilah yang menjadi peluang kita untuk sama-sama memperkuat sistem peringatan dini melalui integrasi data yang kuat,” katanya dikutip Selasa (19/5/2026).
Ia berharap seminar nasional tersebut mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung pengembangan sistem peringatan dini polusi udara yang responsif, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Indri Hapsari Susilowati, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, isu kesehatan saat ini tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan dan perubahan ekosistem.
Karena itu, seminar tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kebijakan dan aksi nyata dalam pengendalian polusi udara.
Seminar nasional ini dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, serta pegiat lingkungan dan kesehatan dari wilayah Jabodetabek. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini