Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Wamenkes Dante Dorong Sistem Peringatan Dini Polusi Udara Berbasis Data Terpadu

polusi
Polusi udara. (Foto: Ist)

Dante menyebut Kementerian Kesehatan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan untuk menghadapi dampak polusi udara, mulai dari aspek promotif hingga kesiapan fasilitas kesehatan.

Namun, ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah belum adanya sistem data terpadu yang menghubungkan kualitas udara dengan dampak kesehatan masyarakat secara langsung.

Advertisement

“Celah inilah yang menjadi peluang kita untuk sama-sama memperkuat sistem peringatan dini melalui integrasi data yang kuat,” katanya dikutip Selasa (19/5/2026).

Ia berharap seminar nasional tersebut mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung pengembangan sistem peringatan dini polusi udara yang responsif, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Indri Hapsari Susilowati, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, isu kesehatan saat ini tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan dan perubahan ekosistem.

Karena itu, seminar tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kebijakan dan aksi nyata dalam pengendalian polusi udara.

Seminar nasional ini dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, serta pegiat lingkungan dan kesehatan dari wilayah Jabodetabek. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini