MENU
Banner SINATA.ID
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD439,8 Miliar, Ini Rinciannya
WA FB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD439,8 Miliar, Ini Rinciannya

J Editor : Jansen Siahaan 15 Jun 2026 | 22:02 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD439,8 Miliar, Ini Rinciannya
Ilustrasi utang luar negeri Indonesia. (bisnis)

Jakarta, Sinata.id – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 mencapai USD439,8 miliar atau tumbuh 1,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) berada pada level 29,6 persen, yang dinilai masih terjaga dan stabil.

Dibandingkan bulan sebelumnya, pertumbuhan ULN mengalami peningkatan dari 1,0 persen pada Maret 2026 menjadi 1,9 persen pada April 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya ULN sektor publik, sementara sektor swasta masih mengalami kontraksi.

“Perkembangan ULN Indonesia didorong oleh pertumbuhan sektor publik di tengah kontraksi yang masih terjadi pada sektor swasta,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

ULN Pemerintah Tumbuh Stabil

Posisi ULN pemerintah pada April 2026 tercatat sebesar USD216,4 miliar atau tumbuh 3,7 persen (yoy). Angka ini sedikit melambat dibandingkan Maret 2026 yang tumbuh 3,8 persen.

Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan pinjaman luar negeri yang lebih moderat. Namun demikian, arus masuk modal asing melalui Surat Berharga Negara (SBN) masih mencatatkan net inflow, yang menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga.

ULN pemerintah sebagian besar digunakan untuk mendukung sektor produktif, dengan alokasi terbesar pada:

  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22 persen) 
  • Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial (20,5 persen) 
  • Jasa pendidikan (16,2 persen) 
  • Konstruksi (11,5 persen) 
  • Transportasi dan pergudangan (8,5 persen) 

BI mencatat hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang dengan porsi mencapai 99,99 persen.

ULN Swasta Masih Terkontraksi

Sementara itu, ULN swasta pada April 2026 tercatat sebesar USD193,2 miliar atau terkontraksi 0,7 persen (yoy). Namun, kondisi ini membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi 1,4 persen.

Kontraksi terutama berasal dari lembaga keuangan (financial corporations) yang turun 5 persen, meski lebih baik dibandingkan Maret 2026 yang turun 6,3 persen.

Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan. Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,6 persen dari total ULN swasta.

Sebagian besar ULN swasta juga berjangka panjang dengan porsi mencapai 75,8 persen.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.