Pematangsiantar, Sinata.id – Petinju kelas berat asal Inggris, Tyson Fury, memastikan kembali naik ring dalam laga yang berpotensi menjadi penutup kariernya.
Pemilik rekor 34-2-1 (24 KO) itu dijadwalkan menghadapi petinju Rusia, Arslanbek Makhmudov, pada 11 April 2026 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris.
Pertarungan tersebut langsung menyita perhatian publik tinju dunia. Selain karena reputasi kedua petinju, keputusan Fury untuk melatih dirinya sendiri tanpa pelatih kepala di sudut ring menjadi sorotan utama.
Fury Pilih Melatih Diri Sendiri
Baca juga:Mengapa Sepak Bola Dimainkan 11 Lawan 11? Menelusuri Jejak Sejarahnya
Fury menyatakan tidak akan bekerja sama dengan pelatih mana pun dalam laga comeback tersebut. Ia menilai telah memahami kondisi fisik, strategi, dan ritme bertarungnya secara menyeluruh.
Menurutnya, selama ada tim pendukung yang membantu kebutuhan teknis seperti penyediaan air minum dan penanganan dasar di sela ronde, ia siap mengatur taktik secara mandiri.
Keputusan ini terbilang tidak lazim di level elite kelas berat. Sebelumnya, Fury dikenal memiliki kolaborasi sukses bersama SugarHill Steward, yang membantunya meraih kemenangan penting atas Deontay Wilder, Dillian Whyte, dan Derek Chisora.
Namun, setelah dua kekalahan beruntun dari Oleksandr Usyk pada 2024, Fury memilih pendekatan berbeda dalam perjalanan kariernya.
Makhmudov, Lawan dengan Rasio KO Tinggi
Di sisi lain, Makhmudov memiliki rekor 21-2 (19 KO) dan dikenal sebagai petinju dengan pukulan keras serta gaya bertarung agresif. Rasio kemenangan KO di atas 90 persen menjadikannya ancaman serius.
Baca juga:Persija Jakarta Comeback Dramatis, Debut Figo Dennis Jadi Sorotan Utama
Bagi Fury, laga ini bukan sekadar pemanasan, melainkan ujian menghadapi petinju yang mampu mengakhiri pertarungan dalam satu pukulan bersih. Tanpa kehadiran pelatih utama, kemampuan Fury membaca situasi dan menyesuaikan taktik akan menjadi faktor penentu.
Kamp Latihan di Thailand dan Dukungan Keluarga
Setelah sempat menyatakan pensiun, Fury kembali menjalani kamp pelatihan sejak Desember di Thailand. Ia turut mengajak putra-putranya selama proses latihan.
Fury menyebut pengalaman tersebut sebagai momen emosional. Kehadiran keluarga menjadi motivasi tambahan, bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga memberi teladan mengenai disiplin dan dedikasi.
Ambisi dan Potensi Duel Besar
Apabila berhasil mengalahkan Makhmudov, sejumlah nama besar berpotensi menjadi lawan berikutnya. Laga ulang melawan Usyk masih terbuka. Selain itu, pemenang duel antara Fabio Wardley dan Daniel Dubois juga masuk dalam opsi.
Tak menutup kemungkinan, duel yang telah lama dinantikan melawan Anthony Joshua kembali mencuat. Namun, Fury menegaskan fokus utamanya saat ini hanya tertuju pada Makhmudov.
Jika mampu meraih kemenangan beruntun dan kembali merebut sabuk juara, Fury berpeluang mencatatkan namanya sebagai juara dunia kelas berat tiga kali, menyamai legenda seperti Muhammad Ali, Lennox Lewis, Vitali Klitschko, dan Evander Holyfield.
Baca juga:Cedera Betis Hambat Comeback Paul Pogba Bersama AS Monaco
Isyarat Pensiun Kembali
Fury tidak menutup kemungkinan kembali gantung sarung tinju setelah laga ini. Menurutnya, keputusan tersebut akan bergantung pada hasil pertarungan dan kondisi pribadinya seusai duel di London.
Sepanjang kariernya, Fury beberapa kali mengumumkan pensiun sebelum akhirnya kembali bertarung. Namun kali ini, pernyataannya dinilai lebih reflektif dan realistis.
Pertarungan 11 April 2026 bukan sekadar comeback, melainkan momen penentuan arah karier salah satu figur paling karismatik dalam sejarah tinju modern. Dunia akan kembali menaruh perhatian ke London, tempat Fury berupaya membuktikan bahwa dirinya masih layak berada di puncak. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini