Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th.
APAPUN YANG TERJADI TETAP PEGANG JANJI TUHAN.
bag 2
Pernyataan bahwa “Janji Tuhan tepat pada waktunya” bukan sekadar kalimat penghiburan, melainkan sebuah atribut ilahi tentang kesetiaan dan kedaulatan Tuhan. Dalam perspektif manusia, kita sering merasa Tuhan “terlambat” karena kita terikat oleh kronos (waktu kalender), sementara Tuhan bekerja dalam kairos (waktu strategis/tepat).
Berikut adalah penjelasan berdasarkan Firman Tuhan:
1. Tuhan Tidak Pernah Lalai
Manusia sering menilai kecepatan Tuhan berdasarkan standar kegelisahan kita. Namun, Alkitab menegaskan bahwa apa yang kita anggap sebagai penundaan sebenarnya adalah bentuk kesabaran dan rencana-Nya yang matang.
2 Petrus 3:9
”Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu…”
2. Ada Waktu yang Ditetapkan (Appointed Time)
Setiap janji Tuhan memiliki “tanggal rilis” yang sudah ditetapkan. Seperti benih yang ditanam, ada masa pertumbuhan sebelum masa panen. Jika dipanen terlalu dini, hasilnya tidak maksimal.
Habakuk 2:3
”Sebab penglihatan itu masih menanti waktunya, ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila ia lambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan tertangguh.”
3. Perbedaan Perspektif Waktu
Salah satu alasan kita merasa Tuhan terlambat adalah karena perbedaan cara pandang. Pikiran Tuhan jauh lebih luas daripada logika manusia yang terbatas.
Yesaya 55:8-9
”Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu…”
4. Bukti Nyata dalam Alkitab
Beberapa contoh besar menunjukkan bahwa “keterlambatan” versi manusia adalah “ketepatan” versi Tuhan:
Abraham dan Sara: Menunggu puluhan tahun untuk seorang anak. Secara biologis mustahil, tetapi Ishak lahir tepat pada waktu yang ditentukan Tuhan (Kejadian 21:2).
Lazarus: Yesus sengaja menunggu dua hari lagi hingga Lazarus mati. Di mata Maria dan Marta, Yesus terlambat. Namun, Yesus justru menyatakan mukjizat yang lebih besar, yaitu kebangkitan
(Yohanes 11).
Kesimpulan
Janji Tuhan tidak pernah datang terlalu cepat (karena kita belum siap) dan tidak pernah datang terlambat (karena Dia tidak pernah kehilangan kendali). Dia selalu datang tepat waktu untuk memuliakan nama-Nya dan memberikan yang terbaik bagi kita.
Refleksi: Menunggu janji Tuhan bukan berarti pasif, melainkan masa persiapan karakter agar saat janji itu tiba, kita mampu mengelolanya dengan bijak.
Apa yang Tuhan janjikan mungkin tidak datang sesuai jam kita, tetapi selalu tiba sesuai rencana-Nya. Tetaplah setia dalam menunggu, sebab di balik penantian, Tuhan sedang menyiapkan kita untuk menerima janji-Nya dengan iman yang dewasa dan hati yang siap memuliakan Dia.” (A27)
Tuhan Yesus memberkati kita semua
Cp konseling dan Doa permohonan
0811762708
Pdt Manser Sagala MTh










Jadilah yang pertama berkomentar di sini