Jakarta, Sinata.id β Peristiwa tragis terjadi di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Seorang pemilik hajatan bernama Dadang tewas setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda yang diduga melakukan aksi pemalakan.
Insiden tersebut bermula saat sekelompok pelaku mendatangi lokasi resepsi dan meminta sejumlah uang kepada pihak keluarga korban. Berdasarkan keterangan keluarga, permintaan pertama sebesar Rp100 ribu sempat dipenuhi demi menghindari keributan.
Namun, sekitar satu jam kemudian, kelompok yang sama kembali datang dan meminta uang dengan nominal lebih besar, yakni Rp500 ribu. Kali ini, permintaan tersebut ditolak oleh korban.
Penolakan tersebut memicu ketegangan hingga berujung aksi kekerasan. Korban kemudian keluar dari area tenda resepsi, sebelum akhirnya dikeroyok oleh beberapa orang di luar lokasi acara.
Adik korban, Wahyudin, mengungkapkan bahwa tidak hanya kakaknya yang menjadi korban, dirinya juga sempat mengalami pengeroyokan oleh sejumlah pelaku.
βSetelah tidak dikasih, kakak saya dikeroyok. Saya juga sempat dikeroyok oleh beberapa orang,β ujarnya.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka serius hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kasus ini kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat disebut telah mengantongi identitas para pelaku dan sedang melakukan pengejaran.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang dipicu aksi premanisme, serta menjadi pengingat pentingnya keamanan dalam setiap kegiatan masyarakat.









Jadilah yang pertama berkomentar di sini