Oleh: Kolom Rohani
Cemooh, hinaan, dan penolakan bukanlah hal baru dalam perjalanan iman orang percaya. Sejak dahulu hingga hari ini, berita keselamatan kerap disambut dengan sikap skeptis, bahkan permusuhan. Namun demikian, realitas tersebut tidak pernah menghentikan karya Allah, juga tidak memadamkan panggilan orang percaya untuk terus melakukan kehendak-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang percaya sering dihadapkan pada pilihan sulit: tetap setia pada firman Tuhan atau menyesuaikan diri dengan tekanan lingkungan. Dunia menawarkan penerimaan yang instan, tetapi sering kali menuntut kompromi terhadap kebenaran. Sebaliknya, iman kepada Kristus menuntut keteguhan hati, kesetiaan, dan keberanian untuk berdiri teguh meski harus menghadapi risiko penolakan.
Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus sendiri mengalami penolakan yang keras. Dalam Injil Yohanes 8:57–59, orang-orang Yahudi meragukan otoritas Yesus ketika Ia menyatakan jati diri-Nya. Pernyataan Yesus, “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada,” bukan sekadar klaim historis, melainkan penegasan akan keilahian-Nya. Respons yang muncul bukan penerimaan, melainkan kemarahan hingga upaya pembunuhan.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kebenaran sering kali tidak diterima oleh mereka yang menutup hati. Namun, penolakan tidak pernah mengurangi kebenaran firman Allah. Justru, melalui situasi itulah terang kebenaran semakin nyata, bahwa Yesus adalah Tuhan yang kekal, berdaulat, dan tidak dibatasi oleh waktu maupun pemahaman manusia.
Bagi orang percaya masa kini, kisah ini menjadi penguatan iman. Menghidupi firman Tuhan bukan tentang mencari kenyamanan, melainkan tentang kesetiaan. Roh Kudus diberikan untuk menolong, meneguhkan, dan memampukan umat Tuhan agar tetap hidup dalam pengenalan yang benar akan Allah, sekalipun berada di tengah tantangan dan tekanan.
Kebenaran mungkin ditolak oleh dunia, tetapi firman Tuhan tidak pernah gagal; justru di tengah penolakan itulah iman orang percaya dimurnikan dan kemuliaan Allah dinyatakan. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini