Pematangsiantar, Sinata.id – Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi hari besar umat Islam, tanggal ini juga merupakan Jumat terakhir di bulan Rajab 1447 Hijriah.
Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena mempertemukan dua waktu mulia sekaligus, yakni hari Jumat (sayyidul ayyam) dan peristiwa agung Isra Mikraj, sehingga menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan dan ibadah.
Di hari Jumat yang penuh keberkahan ini, terdapat sejumlah amalan sederhana yang dianjurkan untuk dikerjakan sebagai persiapan menyambut bulan-bulan suci berikutnya, dengan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Sayangnya, hari Jumat kerap berlalu begitu saja bagi sebagian umat Islam. Padahal, menurut almarhum Syekh Ali Jaber, hari Jumat adalah kesempatan emas yang Allah berikan setiap pekan untuk meraih pahala besar melalui amalan-amalan ringan namun bernilai tinggi.
Baca juga:9 Doa Pembuka Rezeki dari Al-Qur’an dan Sunnah, Amalan Mudah yang Membawa Berkah
Dalam salah satu tausiyahnya semasa hidup, ulama kharismatik tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak menyia-nyiakan keutamaan hari Jumat. Menurutnya, hari Jumat bukan hari biasa, melainkan hari yang diberkahi dan memiliki keistimewaan luar biasa dibanding hari lainnya.
Syekh Ali Jaber rahimahullah ulama asal Madinah yang menjadi guru bangsa Indonesia menyampaikan empat amalan utama yang menjadikan hari Jumat begitu istimewa. Meskipun beliau telah berpulang ke rahmatullah, ilmunya terus hidup dan menerangi umat.
Keempat amalan ini dapat dilakukan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun sepanjang hari Jumat.
1. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Amalan pertama yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Rasulullah SAW sendiri berpesan kepada kita, perbanyaklah shalawat kepadaku di hari Jumat,” ujar Syekh Ali Jaber, dikutip dari kanal YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber.
Baca juga:Doa Awal Tahun 2026 untuk Umat Islam: Refleksi, Syukur, dan Momentum Memperbaiki Diri
Beliau bahkan menyebutkan, jika seseorang ingin meninggalkan seluruh zikir dan hanya bershalawat sepanjang hari Jumat, hal itu diperbolehkan karena begitu agungnya nilai shalawat.
Tidak ada ketentuan baku mengenai bacaan shalawat. Baik yang pendek seperti “Allahumma shalli ‘ala Muhammad” maupun yang panjang, semuanya berpahala.
2. Membaca Surah Al-Kahfi
Amalan kedua adalah membaca Surah Al-Kahfi, surah ke-18 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 110 ayat.
Syekh Ali Jaber memberikan tips agar membaca Al-Kahfi tidak terasa berat, yakni dengan membaginya dalam beberapa waktu sepanjang hari. Bahkan bagi yang belum lancar membaca Al-Qur’an, beliau memperbolehkan untuk menyimak murattal.
“Orang yang menyimak Al-Qur’an, pahalanya sama seperti yang membaca,” ujarnya.
3. Berdoa di Waktu Mustajab Hari Jumat
Amalan ketiga adalah berdoa pada waktu mustajab hari Jumat. Berdasarkan hadits shahih, terdapat satu waktu di hari Jumat di mana doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Baca juga:Peringati Isra Mikraj 2026, Ini Kumpulan Prompt Gemini AI dan Ucapan Menarik
Menurut Syekh Ali Jaber, waktu yang paling kuat berdasarkan riwayat adalah satu jam terakhir sebelum Maghrib. Beliau mencontohkan bagaimana para ulama di Masjid Nabawi memanfaatkan waktu tersebut khusus untuk berdoa.
4. Bersedekah di Waktu Subuh
Amalan keempat adalah bersedekah di waktu subuh hari Jumat. Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa setelah shalat subuh, dua malaikat turun ke bumi.
Satu malaikat mendoakan orang yang bersedekah agar hartanya dilipatgandakan, sementara malaikat lainnya mendoakan kebinasaan bagi orang yang kikir, jika ia mampu namun enggan bersedekah.
Jumat Terakhir Rajab dan Makna Isra Mikraj
Jumat, 16 Januari 2026, juga bertepatan dengan 27 Rajab, yang diperingati sebagai Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa agung ini diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1.
Isra Mikraj merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam waktu singkat. Dalam tafsir Ibnu Katsir, kata “Subhāna” menunjukkan keagungan dan kekuasaan Allah SWT yang melampaui logika manusia.
Baca juga:Isra Miraj 2026: Tanggal, Sejarah, dan Makna Perjalanan Nabi Muhammad SAW
Bulan Rajab sendiri dikenal sebagai bulan mulia (syahrullāh). Rasulullah SAW memperbanyak doa di bulan ini agar dipertemukan dengan Ramadhan.
Oleh karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa, dzikir, shalawat, dan amal saleh, terutama pada Jumat terakhir bulan Rajab. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini