Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K •DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Terminal Tanjung Pinggir Sepi, Aktivitas Penumpang Bertahan di Parluasan

terminal tanjung pinggir sepi, aktivitas penumpang bertahan di parluasan
Terminal Tanjung Pinggir tampak sepi

Pematangsiantar, Sinata.id – Terminal Tipe A Tanjung Pinggir yang dibangun sebagai pusat transportasi modern di Kota Pematangsiantar hingga kini belum berfungsi optimal. Aktivitas bus dan penumpang masih terkonsentrasi di Terminal Parluasan serta eks terminal lama.

Pantauan di lokasi pada Selasa (31/3/2026) menunjukkan Terminal Tanjung Pinggir masih terlihat lengang. Area parkir yang luas belum terisi, dan aktivitas bus antar kota hampir tidak terlihat.

Advertisement

Kondisi itu berbanding terbalik dengan kawasan Parluasan dan eks Terminal Suka Dame yang tetap ramai oleh lalu lintas bus dan penumpang.

Situasi tersebut memunculkan kritik dari kalangan awak bus dan masyarakat. Mereka menilai belum ada kebijakan tegas dari pemerintah dalam mengatur pemindahan operasional transportasi ke terminal baru.

Baca Juga  Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Arus Kendaraan di Terminal Tanjung Pinggir Stabil

Seorang mandor bus antar kota, Sihombing, menyatakan pihaknya tidak keberatan jika seluruh armada dipusatkan di Terminal Tanjung Pinggir. Namun, ia menekankan perlunya penerapan aturan secara menyeluruh.

Menurutnya, tanpa kebijakan yang seragam, terminal baru akan sulit berkembang karena sebagian bus masih beroperasi di terminal lama.

Selain itu, ia menyoroti minimnya dukungan angkutan lanjutan seperti angkutan kota dan desa. Ketiadaan moda penghubung dinilai menjadi kendala utama bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke pusat kota.

Keluhan serupa juga disampaikan penumpang. Mereka menilai akses dari Terminal Tanjung Pinggir belum memadai dan justru menambah biaya perjalanan.

Salah satu penumpang, Ayu, mengaku lebih memilih turun di Terminal Parluasan karena lebih mudah mendapatkan angkutan lanjutan dengan tarif yang lebih terjangkau.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran, Terminal Tanjung Pinggir Siapkan Pengamanan dan Ramp Check

Pendapat senada diungkapkan Rendi Sitorus yang menilai pemindahan operasional terminal seharusnya dibarengi kesiapan fasilitas pendukung agar tidak merugikan masyarakat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penataan transportasi di Pematangsiantar masih menghadapi tantangan. Tanpa integrasi angkutan umum, pengawasan tarif, serta kebijakan yang konsisten, Terminal Tanjung Pinggir berpotensi belum mampu menjalankan fungsinya sebagai pusat transportasi utama.

Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret dari pemerintah agar seluruh operasional bus dapat terpusat di terminal tersebut, sehingga keberadaannya benar-benar memberi manfaat bagi warga. (SN10)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini