Jika berhasil menembus garis tekanan pertama PSG, Arsenal berpotensi mendapatkan ruang besar untuk menciptakan peluang berbahaya.
Kunci Utama: Matikan Kvaratskhelia
Di sisi lain, tugas terbesar Arsenal adalah menghentikan kreativitas lini serang PSG, terutama ancaman dari Khvicha Kvaratskhelia.
Winger asal Georgia itu menjadi salah satu pemain paling berbahaya di dunia saat ini. Pergerakannya tanpa bola kerap membingungkan pertahanan lawan.
Dalam sistem Luis Enrique, para pemain PSG terus bertukar posisi sepanjang pertandingan.
Meski demikian, mereka tetap menjaga beberapa area lapangan tetap terisi, termasuk kedua sayap dan posisi penyerang tengah.
Rotasi inilah yang membuat banyak lawan kehilangan bentuk pertahanan mereka.
Arteta harus memilih pendekatan yang tepat. Arsenal bisa menempel ketat pemain-pemain PSG agar mereka tidak memiliki waktu mengirim umpan berbahaya, atau memilih bertahan lebih dalam untuk mengurangi ruang di belakang lini pertahanan.
Saliba dan Odegaard Punya Peran Krusial
Pengalaman semifinal musim lalu memberikan pelajaran penting bagi Arsenal.
Setelah tertinggal lebih dulu, Arteta mengubah pola pressing timnya. Martin Odegaard diberi tugas lebih agresif untuk mengganggu aliran bola PSG dari lini tengah.
Sementara itu, William Saliba mendapatkan tugas khusus mengawal Ousmane Dembele secara ketat, bahkan ketika sang pemain turun jauh ke area tengah lapangan.
Pendekatan serupa bisa kembali diterapkan pada final kali ini.
Mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, bahkan pernah mengungkapkan bahwa cara terbaik menghadapi PSG adalah dengan menekan mereka secara agresif sejak awal.
“PSG terlalu bagus jika diberi waktu. Anda harus menekan mereka dengan sangat intens,” ujar Maresca.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini