Jika terealisasi, Said akan menjadi tokoh buruh kedua yang masuk kabinet setelah Mohammad Jumhur Hidayat.
Di tengah perkembangan politik tersebut, pemerintah juga menghadapi tantangan di sektor ekonomi.
Kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional kembali menjadi perhatian setelah sejumlah media internasional melaporkan meningkatnya aksi jual aset Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan dan rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Sejumlah investor disebut mencermati berbagai kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis, pengelolaan Danantara, serta meningkatnya peran negara dalam aktivitas ekonomi.
Meski demikian, pemerintah menegaskan kondisi fiskal masih dalam keadaan terkendali.
Menteri Keuangan Purbaya melaporkan APBN hingga Mei 2026 mengalami defisit Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau meningkat 22,1 persen secara tahunan.
Purbaya juga membantah rumor yang menyebut dirinya akan mundur dari jabatan Menteri Keuangan maupun berpindah menjadi Gubernur Bank Indonesia.
Bantahan serupa disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menegaskan pemerintah tetap fokus menjaga koordinasi menghadapi dinamika ekonomi global.
Di media sosial, isu pelemahan rupiah dan penurunan IHSG menjadi topik paling banyak diperbincangkan.
Tagar dan kata kunci “Rp18.000” serta “IHSG” sempat menjadi trending topic di platform X.
Sementara nama Said Iqbal masuk daftar pencarian terpopuler di Google setelah muncul kabar mengenai peluangnya bergabung dalam kabinet.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, perhatian publik kini tertuju pada dua hal utama: sejauh mana pengungkapan kasus korupsi BGN melalui langkah Justice Collaborator Sony Sonjaya, serta bagaimana pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor di tengah meningkatnya tekanan pasar. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini