Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Sentralisasi Guru, DPR: Distribusi dan Kesejahteraan Tak Boleh Terlupakan

sentralisasi guru, dpr: distribusi dan kesejahteraan tak boleh terlupakan
Ilustrasi guru

Semarang, Sinata.id – Rencana pemerintah untuk menyalurkan kewenangan guru ke level pusat menuai sorotan serius dari anggota Komisi X DPR RI. Juliyatmono menekankan, sentralisasi manajemen guru harus diiringi distribusi tenaga pendidik yang adil dan memperhatikan domisili guru.

“Kami mendorong agar guru ditempatkan sedekat mungkin dengan tempat tinggalnya. Itu bagian dari kesejahteraan mereka. Misalnya, guru yang tinggal di Kabupaten Semarang seharusnya bisa mengajar di Semarang,” kata Juliyatmono saat reses Komisi X DPR RI di Ungaran, Senin (23/2/2026).

Advertisement

Menurutnya, regulasi terkait status dan kewenangan guru harus jelas agar distribusi guru lebih merata. Penempatan guru pun harus mempertimbangkan aspek kesejahteraan, termasuk jarak tempuh dari rumah ke sekolah.

Baca Juga  Nilai Dolar Hari Ini Masih Bikin Kreator Facebook Pro Tersenyum Lebar

Senada, Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati menyoroti pentingnya data nasional sebagai dasar pendistribusian guru. Ia menekankan, pemerintah harus memiliki informasi lengkap terkait kebutuhan guru di setiap daerah, jumlahnya, dan mata pelajaran yang diperlukan.

“Distribusi guru harus berbasis data yang jelas: guru dibutuhkan di mana, berapa banyak, dan untuk mata pelajaran apa. Ini penting agar penempatan tepat sasaran,” tegas My Esti.

Selain itu, My Esti memperingatkan risiko gelombang pensiun guru yang belum tercatat dengan baik. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa menimbulkan kekosongan guru di sejumlah daerah.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi kesejahteraan guru yang masih rendah, bahkan ada yang digaji di bawah Rp1 juta per bulan. Menurutnya, hal ini bisa memicu pengunduran diri massal dan berdampak pada kualitas pendidikan anak-anak.

Baca Juga  Wanita yang Tewas di Tangan Kekasih Bekerja Penjual Paket Internet

“Guru adalah ujung tombak pendidikan generasi bangsa. Sentralisasi tak boleh hanya soal administrasi, tapi harus menjamin distribusi yang adil dan kesejahteraan mereka,” pungkasnya. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini