Jakarta, Sinata.id β Menjelang awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan dimulai pada 19 Februari 2026, masyarakat mulai menyiapkan berbagai cara untuk menyambut bulan ibadah tersebut, salah satunya dengan mengirim ucapan selamat puasa kepada keluarga, rekan kerja, dan kerabat melalui pesan singkat maupun media sosial.
Pemerintah dijadwalkan menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat pada 17 Februari 2026. Momentum ini umumnya dimanfaatkan umat Muslim untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi pesan kebaikan sebelum memasuki masa puasa.
Baca juga:Β Perbedaan Awal Ramadan Pemerintah dan Muhammadiyah, Menag Ajak Jaga Persatuan
Berikut tips menyusun dan mengirim ucapan selamat puasa agar tepat sasaran dan relevan dengan penerima:
1. Sesuaikan dengan penerima pesan
Ucapan untuk keluarga dekat dapat menggunakan bahasa personal dan hangat. Untuk rekan kerja atau atasan, gunakan kalimat lebih formal dan ringkas.
2. Gunakan unsur doa dan harapan
Ucapan selamat puasa umumnya memuat doa tentang kelancaran ibadah, kesehatan, dan keberkahan selama Ramadhan agar pesannya relevan dengan tujuan ibadah.
3. Sertakan permohonan maaf
Banyak ucapan Ramadhan disertai permohonan maaf lahir dan batin sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan puasa.
4. Pilih kalimat singkat dan mudah dibagikan
Format pendek memudahkan pengiriman lewat aplikasi pesan dan media sosial tanpa mengurangi makna utama.
5. Hindari istilah yang berpotensi menyinggung
Pastikan ucapan bersifat umum, tidak mengandung perbandingan, sindiran, atau unsur yang dapat ditafsirkan negatif.
6. Contoh ucapan yang bisa digunakan
Beberapa contoh kalimat yang lazim dibagikan antara lain:
- Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H, mohon maaf lahir dan batin.
- Marhaban ya Ramadhan, semoga ibadah puasa berjalan lancar dan penuh keberkahan.
- Selamat berpuasa, semoga diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah.
- Menjelang Ramadhan, saya dan keluarga memohon maaf atas segala kesalahan.
Pengiriman ucapan selamat puasa biasanya meningkat dalam beberapa hari sebelum penetapan awal Ramadhan, terutama melalui layanan pesan instan dan platform jejaring sosial. Selain sebagai bentuk perhatian, pesan tersebut juga menjadi sarana menjaga komunikasi antarindividu menjelang bulan ibadah. (A58)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini