Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hiburan

Russell T. Davies Kritik Media Sosial dan Fandom, Singgung Masa Depan Doctor Who

russell t. davies kritik media sosial dan fandom, singgung masa depan doctor who
Ilustrasi Doctor Who. (wikipedia)

Pematangsiantar, Sinata.id – Showrunner dan penulis serial “Doctor Who”, Russell T. Davies, menyoroti dampak negatif media sosial terhadap fandom dan industri hiburan saat mengikuti sebuah masterclass di Prancis, Rabu (25/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Davies menilai banyak pelaku industri film dan televisi kerap keliru dalam memahami suara penggemar. Menurutnya, suara yang muncul di media sosial tidak selalu merepresentasikan fandom secara keseluruhan.

Advertisement

Ia menyebut, sebagian kreator terjebak menganggap opini di dunia maya sebagai representasi penggemar, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.

Davies bahkan secara tegas mengkritik platform X, yang menurutnya sering menjadi ruang bagi komentar bermusuhan. Ia mengingatkan bahwa berbahaya jika suara negatif di media sosial dianggap sebagai suara mayoritas penggemar.

Baca Juga  Tips Berbuka Puasa Sehat: Hindari Makan Terlalu Banyak Sekaligus

Pengalaman Hadapi Kritik dan Kontroversi

Davies dikenal sebagai kreator yang berani mengangkat tema-tema sensitif. Sejak era serial “Queer as Folk” hingga menghidupkan kembali “Doctor Who”, ia kerap menghadapi kritik tajam.

Ia juga terlibat dalam proyek lain seperti “Years and Years” dan “Nolly”, yang mengangkat isu sosial dan politik secara berani.

Kembalinya Davies ke “Doctor Who” dengan Ncuti Gatwa sebagai pemeran utama turut memicu perdebatan di ruang digital. Gatwa menjadi aktor kulit hitam queer pertama yang secara terbuka memerankan karakter tersebut.

Diskusi daring mengenai serial ini dinilai semakin beracun, di mana kritik yang seharusnya konstruktif kerap bercampur dengan ujaran rasis dan homofobia.

Baca Juga  The Devil Wears Prada 2 Resmi Comeback, Miranda Kembali Mengguncang Runway April 2026

Kritik terhadap Media Sosial dan Jurnalisme

Davies menilai media sosial, ditambah dengan menurunnya kualitas jurnalisme, telah memperkuat suara-suara ekstrem hingga masuk ke arus utama.

Ia mengungkapkan bahwa opini negatif dari dunia maya kini kerap diangkat ke media arus utama, bahkan dikutip oleh kritikus.

Meski demikian, Davies menegaskan bahwa penggemar tetap berhak tidak menyukai sebuah karya. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati dalam perbedaan pendapat.

Ia juga menekankan bahwa fandom sejatinya adalah ruang yang kreatif, positif, dan menyenangkan, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian.

Proyek Terbaru dan Isu “Woke”

Selain “Doctor Who”, Davies tengah mengerjakan serial terbaru Channel 4 berjudul “Tip Toe”. Serial ini dibintangi oleh Alan Cumming dan David Morrissey, yang mengisahkan konflik antara dua tetangga di Manchester.

Baca Juga  Keenan Nasution Tetap Gugat Hak Cipta Vidi Aldiano, Kasus Tunggu Kasasi MA

Davies menyebut proyek tersebut sebagai karyanya yang paling emosional dan gelap. Ia juga menyinggung bahwa tema yang diangkat akan memicu perdebatan, terutama terkait isu identitas dan politik.

Menurutnya, menjadi gay di era sekarang masih merupakan hal yang politis, dan ia siap menghadapi kritik, termasuk label “woke”.

Nasib “Doctor Who” Belum Jelas

Komentar Davies muncul di tengah ketidakpastian masa depan “Doctor Who”, setelah Disney+ dikabarkan keluar dari kerja sama dengan BBC.

Meski demikian, episode spesial Natal dari serial tersebut dijadwalkan tetap tayang pada akhir tahun ini. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini