Pematangsiantar, Sinata.id – Showrunner dan penulis serial “Doctor Who”, Russell T. Davies, menyoroti dampak negatif media sosial terhadap fandom dan industri hiburan saat mengikuti sebuah masterclass di Prancis, Rabu (25/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Davies menilai banyak pelaku industri film dan televisi kerap keliru dalam memahami suara penggemar. Menurutnya, suara yang muncul di media sosial tidak selalu merepresentasikan fandom secara keseluruhan.
Ia menyebut, sebagian kreator terjebak menganggap opini di dunia maya sebagai representasi penggemar, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.
Davies bahkan secara tegas mengkritik platform X, yang menurutnya sering menjadi ruang bagi komentar bermusuhan. Ia mengingatkan bahwa berbahaya jika suara negatif di media sosial dianggap sebagai suara mayoritas penggemar.
Pengalaman Hadapi Kritik dan Kontroversi
Davies dikenal sebagai kreator yang berani mengangkat tema-tema sensitif. Sejak era serial “Queer as Folk” hingga menghidupkan kembali “Doctor Who”, ia kerap menghadapi kritik tajam.
Ia juga terlibat dalam proyek lain seperti “Years and Years” dan “Nolly”, yang mengangkat isu sosial dan politik secara berani.
Kembalinya Davies ke “Doctor Who” dengan Ncuti Gatwa sebagai pemeran utama turut memicu perdebatan di ruang digital. Gatwa menjadi aktor kulit hitam queer pertama yang secara terbuka memerankan karakter tersebut.
Diskusi daring mengenai serial ini dinilai semakin beracun, di mana kritik yang seharusnya konstruktif kerap bercampur dengan ujaran rasis dan homofobia.
Kritik terhadap Media Sosial dan Jurnalisme
Davies menilai media sosial, ditambah dengan menurunnya kualitas jurnalisme, telah memperkuat suara-suara ekstrem hingga masuk ke arus utama.
Ia mengungkapkan bahwa opini negatif dari dunia maya kini kerap diangkat ke media arus utama, bahkan dikutip oleh kritikus.
Meski demikian, Davies menegaskan bahwa penggemar tetap berhak tidak menyukai sebuah karya. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati dalam perbedaan pendapat.
Ia juga menekankan bahwa fandom sejatinya adalah ruang yang kreatif, positif, dan menyenangkan, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian.
Proyek Terbaru dan Isu “Woke”
Selain “Doctor Who”, Davies tengah mengerjakan serial terbaru Channel 4 berjudul “Tip Toe”. Serial ini dibintangi oleh Alan Cumming dan David Morrissey, yang mengisahkan konflik antara dua tetangga di Manchester.
Davies menyebut proyek tersebut sebagai karyanya yang paling emosional dan gelap. Ia juga menyinggung bahwa tema yang diangkat akan memicu perdebatan, terutama terkait isu identitas dan politik.
Menurutnya, menjadi gay di era sekarang masih merupakan hal yang politis, dan ia siap menghadapi kritik, termasuk label “woke”.
Nasib “Doctor Who” Belum Jelas
Komentar Davies muncul di tengah ketidakpastian masa depan “Doctor Who”, setelah Disney+ dikabarkan keluar dari kerja sama dengan BBC.
Meski demikian, episode spesial Natal dari serial tersebut dijadwalkan tetap tayang pada akhir tahun ini. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini