Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH
Jakarta – Pesan rohani tentang kerendahan hati kembali disuarakan melalui renungan pagi bertema “Kasih Tak Bermegah” yang disampaikan dalam pelayanan Prison Hospital Crusade oleh Daniel Pardede Ministry. Pesan ini menekankan pentingnya umat Kristen untuk tidak membanggakan diri, melainkan bermegah dalam pengenalan akan Tuhan.
Dasar firman yang diangkat berasal dari Yeremia 9:23–24, yang menegaskan bahwa kebijaksanaan, kekuatan, dan kekayaan bukanlah hal yang patut dibanggakan. Sebaliknya, Tuhan menghendaki umat-Nya bermegah karena mengenal Dia sebagai sumber kasih setia, keadilan, dan kebenaran di bumi.
Pesan tersebut menyoroti teladan Rasul Paulus, yang meskipun memiliki banyak kelebihan dan pengalaman rohani, memilih untuk tidak meninggikan diri. Dalam 2 Korintus, Paulus justru menyatakan bahwa ia bermegah dalam kelemahannya. Ia menyadari bahwa di tengah keterbatasan, kuasa Kristus bekerja dengan sempurna.
Paulus, yang dahulu dikenal sebagai penganiaya jemaat, mengalami perubahan hidup setelah perjumpaannya dengan Kristus. Sejak saat itu, ia mengabdikan hidupnya untuk memberitakan Injil, meski harus menghadapi penjara, siksaan, bahaya perjalanan, serta berbagai penderitaan lainnya. Namun, semua itu dijalani bukan sebagai kebanggaan pribadi, melainkan sebagai bentuk kesetiaan dalam pelayanan.
Menurut pesan renungan tersebut, pengalaman Paulus menjadi pengingat bahwa pelayanan Kristen bukanlah jalan menuju kemewahan, melainkan panggilan untuk setia, bahkan di tengah penderitaan. Sikap rendah hati dan ketergantungan pada kasih karunia Tuhan menjadi kunci dalam menjalani kehidupan iman.
Melalui pelayanan penginjilan, termasuk di lingkungan rumah sakit dan lembaga pemasyarakatan, Daniel Pardede Ministry mengajak umat untuk terus hidup dalam kasih, kebenaran, dan kerendahan hati, serta mendukung pelayanan tersebut melalui doa dan partisipasi.
Kemegahan manusia akan memudar seiring waktu, tetapi pengenalan akan Tuhan membawa hidup yang berakar pada kasih, keadilan, dan kebenaran. Ketika manusia berhenti bermegah dalam dirinya, di situlah kemuliaan Tuhan dinyatakan dengan nyata dalam hidupnya. Shalom. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini