Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH
Makna Mendalam Perkataan Terakhir Yesus di Kayu Salib
Salah satu momen paling agung dalam sejarah keselamatan umat manusia terjadi ketika Yesus Kristus tergantung di kayu salib. Dalam saat-saat terakhir hidup-Nya, Yesus mengucapkan sebuah kalimat yang penuh makna iman:
“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)
Ucapan ini bukan sekadar kalimat terakhir sebelum kematian, tetapi merupakan pernyataan iman, penyerahan total, dan bukti ketaatan Yesus kepada Bapa di Surga.
Yesus Kristus: Tuhan yang Menjadi Manusia
Firman ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus benar-benar mengambil rupa manusia. Meskipun Ia adalah Tuhan, dalam penderitaan dan kematian-Nya Ia mengalami segala sesuatu sebagaimana manusia.
Karena itulah Ia disebut Kristus, yang berarti Juruselamat.
Kerendahan hati Yesus bahkan telah terlihat sejak kelahiran-Nya. Ketika Raja Herodes berusaha membunuh bayi Yesus, Yusuf dan Maria harus melarikan diri dalam kondisi sulit.
Yesus lahir di Bethlehem Efrata, sebuah tempat yang juga dekat dengan kuburan Rahel, ibu dari suku Israel yang melahirkan Benyamin. Daerah ini juga dekat dengan Migdal-Eder, menara pengawas domba yang disebut dalam kitab Kejadian.
Hingga kini, lokasi-lokasi tersebut masih dipelihara sebagai bagian dari sejarah Alkitab.
Roh Yesus di Firdaus
Ketika Yesus menghembuskan napas terakhir di kayu salib, tubuh-Nya diletakkan di dalam kubur. Namun Roh-Nya berada di Firdaus bersama penjahat yang disalibkan di sebelah kanan-Nya.
Kemudian pada hari kebangkitan, Roh Yesus kembali ke dalam tubuh kemuliaan-Nya. Tubuh kebangkitan inilah yang kemudian naik ke Surga dan kelak akan datang kembali.
Sebagaimana tertulis:
“Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga.”
(Kisah Para Rasul 1:11)
Kebangkitan Orang Percaya
Alkitab juga menjelaskan bahwa orang yang meninggal dalam Tuhan tidak langsung menerima tubuh kemuliaan. Kebangkitan tubuh akan terjadi pada saat kedatangan Yesus yang kedua.
Rasul Paulus menuliskan:
Bahwa ketika Tuhan datang, orang-orang yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan terlebih dahulu, kemudian orang percaya yang masih hidup akan diubah tubuhnya menjadi tubuh yang tidak fana.
Mereka akan diangkat bersama-sama menyongsong Tuhan di awan-awan.
Peristiwa ini dijelaskan dalam:
- 1 Tesalonika 4:14–17
- 1 Korintus 15:51–54
Setelah itu, Alkitab dalam kitab Wahyu menjelaskan tentang masa pemerintahan Kristus dan penghakiman Allah yang terakhir.
Harapan bagi Orang Percaya
Firman ini memberikan pengharapan besar bagi setiap orang percaya.
Kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan pintu menuju rencana Allah yang kekal bagi mereka yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan.
Yesus Kristus akan datang kembali sebagai Raja di atas segala raja dan Hakim yang adil.
Pada akhirnya, perkataan Yesus di kayu salib mengajarkan satu hal penting bagi setiap orang percaya: hidup ini harus diserahkan sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.
Jika Sang Juruselamat saja menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, maka kita pun dipanggil untuk menyerahkan hidup, masa depan, dan seluruh pergumulan kita kepada Tuhan.
Percayalah, tangan Tuhan adalah tempat yang paling aman bagi hidup kita.
Shalom.
Kiranya Tuhan menyertai setiap langkah hidup kita:
yang sakit dipulihkan,
yang letih dikuatkan,
yang kekurangan dicukupkan,
dan yang berharap kepada Tuhan menerima berkat-Nya.
Tuhan memberkati kita semua.(A27).









Jadilah yang pertama berkomentar di sini