Oleh : Pdt Mis.Ev.Daniel Pardede, MH
Memasuki hari pertama Tahun Baru 2026, umat Kristen diajak untuk kembali merenungkan penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan hidup yang telah dilalui.
Tahun yang berganti menjadi momentum refleksi sekaligus awal untuk menata kembali rencana hidup dalam terang firman Tuhan.
Kitab Ayub 42:2 menegaskan keyakinan iman bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu dan tidak satu pun rencana-Nya yang dapat digagalkan.
Firman ini menjadi dasar pengharapan bagi setiap orang percaya dalam menghadapi masa depan.
“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”
(Ayub 42:2).
Sepanjang tahun yang telah berlalu, banyak orang merasakan pertolongan Tuhan secara nyata.
Mereka yang mengalami sakit memperoleh pemulihan, yang diliputi kecemasan mendapatkan kelegaan, dan yang dibelenggu kekhawatiran menerima jawaban doa.
Firman Tuhan menyatakan bahwa Dia melepaskan umat-Nya dari kebinasaan dan menguatkan hati yang berserah kepada-Nya (Mazmur 103:4; 1 Petrus 5:7; Mazmur 55:23).
Rencana Manusia dan Kedaulatan Tuhan
Alkitab mencatat bahwa tidak semua rencana manusia berkenan di hadapan Tuhan.
Kisah pembangunan Menara Babel menjadi contoh nyata ketika manusia merancang sesuatu dengan mengandalkan kekuatan sendiri dan mengabaikan kehendak Tuhan.
Rencana tersebut akhirnya digagalkan oleh Tuhan (Kejadian 11:1–9). Demikian pula kisah Ananias dan Safira yang merencanakan kebohongan dalam memberikan persembahan.
Perbuatan tersebut bukan hanya menipu manusia, tetapi juga melanggar kekudusan Tuhan, sehingga berujung pada hukuman yang berat (Kisah Para Rasul 5:1–11).
Dari peristiwa-peristiwa tersebut, Alkitab mengajarkan bahwa rencana yang dilandasi ketidaktaatan dan dosa tidak akan membawa keberhasilan.
Rencana yang Berkenan kepada Tuhan
Sebaliknya, Alkitab mencatat bahwa Daud mengalami keberhasilan dalam setiap langkah hidupnya karena ia berjalan dalam penyertaan Tuhan (1 Samuel 18:14).
Hal ini menunjukkan bahwa rencana yang diselaraskan dengan kehendak Tuhan akan mendatangkan kebaikan dan hasil yang berkenan.
Tuhan juga mengingatkan bahwa rencana yang disembunyikan dari-Nya dan dijalankan dalam ketidakbenaran hanya akan berakhir pada kesia-siaan dan kebinasaan (Yesaya 29:15).
Musa pun memperingatkan bangsa Israel bahwa rencana yang lahir dari pelanggaran terhadap perintah Tuhan pasti akan menemui kegagalan (Bilangan 14:39–45).
Awal Tahun 2026 menjadi saat yang tepat untuk memperbarui rencana hidup, bukan berdasarkan keinginan semata, melainkan dalam ketaatan dan iman kepada Tuhan.
Rencana yang membawa kebaikan bagi sesama serta memuliakan nama Tuhan akan mendapatkan penyertaan-Nya.
Dengan berserah penuh kepada Tuhan, umat percaya diajak melangkah dengan keyakinan bahwa rencana Tuhan selalu yang terbaik dan tidak pernah gagal.
Shalom, Selamat Natal dan Tahun Baru 2026.
Memasuki Tahun 2026, setiap orang percaya diajak untuk melangkah dengan rencana yang selaras dengan kehendak Tuhan, sebab rencana yang diserahkan kepada-Nya tidak hanya memberi arah, tetapi juga menjamin pengharapan, ketenangan, dan masa depan yang penuh makna.” (A27).










Jadilah yang pertama berkomentar di sini