Oleh : Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH
SARAPAN PAGI KRISTEN
Dukung dalam Doa dan Dana untuk Penginjilan
TF Bank Mandiri 1050014929610.
Yesaya 48:3
“Hal-hal yang terjadi di masa yang lampau telah Kuberitahukan dari sejak dahulu; Aku telah mengucapkannya dan telah mengabarkannya. Kemudian dengan sekonyong-konyong Aku melaksanakannya juga, dan semuanya itu sudah menjadi kenyataan.”
MASA DEPAN YANG BARU
Umat Tuhan yang menantikan tahun baru, renungan pagi ini mengajak kita untuk menoleh ke belakang, mengingat perjalanan hidup yang telah kita lalui sepanjang tahun 2025, tahun yang sebentar lagi akan kita tinggalkan untuk memasuki tahun yang baru, 2026.
Sesungguhnya, sebelum kita memasuki tahun 2025 yang lalu, Tuhan telah lebih dahulu berbicara. Demikian juga hari ini, Tuhan kembali menyatakan kehendak-Nya tentang masa depan yang akan kita jalani.
Firman Tuhan menegaskan bahwa tidak ada satu peristiwa pun yang terjadi secara kebetulan. Apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi, semuanya berada dalam rencana dan pengetahuan Tuhan.
Saudara-saudari pecinta Sarapan Pagi Kristen, percayalah bahwa Tuhan senantiasa mengingatkan kita tentang hari esok dan masa depan yang akan kita lalui. Namun sering kali, karena kita tidak hidup dalam kekudusan hari demi hari, suara Tuhan menjadi samar dan tidak lagi kita dengar dengan jelas.
Akibatnya, peringatan Tuhan tentang apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita tinggalkan tidak kita pahami, sehingga rencana Tuhan bagi masa depan kita tidak terwujud sebagaimana yang Dia kehendaki.
Tuhan rindu agar kita menutup tahun 2025 ini dengan kesaksian iman yang jujur, berkata: “Aku telah menerima apa yang Tuhan janjikan dan harapkan bagiku ketika aku memasuki tahun ini.”
Firman Tuhan mengingatkan:
“Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang itu pun dijadikan Allah seperti hari mujur.”
(Pengkhotbah 7:14)
Tentang apa yang sering disebut sebagai “nasib”, Firman Tuhan menegaskan bahwa bagi orang percaya, tidak ada istilah nasib.
Segala sesuatu terjadi karena kasih karunia Tuhan.
Tidak ada yang lahir semata-mata dari usaha manusia, dan tidak ada yang datang karena kebetulan.
Semua yang kita miliki hari ini adalah pemberian cuma-cuma dari Tuhan, namun semuanya harus kita pertanggungjawabkan kepada-Nya (Roma 14:12).
Sebab kita hidup bukan untuk diri sendiri, dan mati pun bukan untuk diri sendiri. Baik hidup maupun mati, kita adalah milik Tuhan (Roma 14:7–8). Amin.
Demikianlah, di penghujung tahun ini marilah kita sungguh-sungguh belajar mendengar suara Tuhan. Apa yang Tuhan kehendaki untuk kita kerjakan, marilah kita lakukan dengan ketaatan.
Apa yang Tuhan kehendaki untuk kita tinggalkan, marilah kita tinggalkan dengan pertobatan yang sejati, agar kita dapat menjalani tahun 2026 dengan hidup yang diperbarui.
Kiranya di penghujung tahun ini kita menundukkan hati, membuka telinga rohani, dan melangkah dengan iman yang taat. Apa yang Tuhan telah nyatakan pasti akan digenapi-Nya pada waktu-Nya, sebab janji Tuhan tidak pernah gagal.
Mari tinggalkan manusia lama, hiduplah dalam kekudusan, dan sambut masa depan yang baru dengan ketaatan penuh. Serahkan seluruh rencana, harapan, dan langkah hidup kita ke dalam tangan Tuhan, sebab di dalam Dia ada kepastian, pemulihan, dan penggenapan.
Tahun boleh berganti, keadaan bisa berubah, tetapi Tuhan tetap setia memimpin umat-Nya.
Soli Deo Gloria.
Shalom, Selamat Natal dan Tahun Baru.(A27).










Jadilah yang pertama berkomentar di sini