Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Rapat DK PBB, AS Bentrok dengan Rusia dan China Soal Sanksi Iran

rapat dk pbb, as bentrok dengan rusia dan china soal sanksi iran
Rapat PBB. foto: newyork times

Washington, Sinata.id – Amerika Serikat dan sekutunya bentrok dengan Rusia dan China dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait isu Iran, Kamis (12/3/2026). Perdebatan berfokus pada penerapan kembali sanksi dan pengawasan program nuklir Iran.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menuding Rusia dan China berusaha menghalangi kerja Komite 1737, lembaga pengawas sanksi program nuklir Iran yang dibentuk berdasarkan Resolusi DK PBB 1737 tahun 2006. Waltz menyatakan semua anggota PBB wajib menerapkan embargo senjata, melarang transfer teknologi rudal, serta membekukan aset terkait Iran.

Advertisement

Menurut Waltz, upaya Rusia dan China memblokir pembahasan soal Iran dalam komite pimpinan AS bulan ini gagal dengan suara 11-2 dan dua abstain. “Ketentuan PBB yang diberlakukan kembali bukan sewenang-wenang, tetapi dirancang untuk menghadapi ancaman dari program nuklir, rudal, senjata konvensional, dan dukungan Iran terhadap terorisme,” kata Waltz.

Baca Juga  Indonesia Dipercaya Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Waltz juga menekankan temuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pekan lalu, bahwa Iran merupakan satu-satunya negara non-senjata nuklir yang memperkaya uranium hingga 60 persen tanpa pengawasan penuh IAEA, karena menolak akses inspeksi. Uranium yang diperkaya hingga 90 persen dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir. Iran menolak pengawasan IAEA setelah Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menuduh AS dan sekutunya menciptakan “histeria” terkait dugaan program nuklir Iran untuk membenarkan operasi militer terhadap Teheran dan eskalasi di Timur Tengah. Duta Besar China, Fu Cong, menuding Washington bertindak sebagai “penghasut,” menggunakan kekerasan selama proses negosiasi sehingga upaya diplomatik gagal.

Baca Juga  Tiongkok Bangun Eskalator di Pegunungan, Capai Puncak 1.500 Meter dalam Hitungan Menit

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menegaskan program nuklir Iran bersifat damai dan menolak tuduhan yang dijadikan dasar sanksi.

Dalam konteks serangan militer, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menuduh Iran akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua pekan jika AS tidak menyerang tiga situs nuklir utama pada Juni 2025. Serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026 memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan.

Inggris dan Prancis mendukung pemberlakuan kembali sanksi, dengan alasan Teheran gagal menanggapi kekhawatiran internasional terkait program nuklir. Prancis menambahkan, cadangan uranium Iran saat ini cukup untuk memproduksi hingga 10 perangkat nuklir.

Rapat DK PBB ini menunjukkan perbedaan tajam antara negara Barat dan sekutu Timur mengenai strategi pengawasan dan tekanan terhadap Iran, dengan implikasi langsung pada stabilitas kawasan Timur Tengah. (A58)

Baca Juga  Perundingan Iran-AS Gagal, Pakistan Tetap Dorong Diplomasi dan Gencatan Senjata

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini